Ditetapkan sebagai Tersangka, Pelaku yang Lemparkan Alqur'an Terancam 5 Tahun Bui - Pilar Indonesia
» » Ditetapkan sebagai Tersangka, Pelaku yang Lemparkan Alqur'an Terancam 5 Tahun Bui

Ditetapkan sebagai Tersangka, Pelaku yang Lemparkan Alqur'an Terancam 5 Tahun Bui

Diposting oleh Pada Jumat, Juli 10, 2020 | No comments

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mas Guntur Laupe, menggelar
press conference di Aula Polres Pelabuhan Makassar.
Makassar, Pilarindonesia.com – Ince Nikmahtullah (40), sosok wanita dalam video yang viral melemparkan Kitab Suci Alqur’an, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama.

Tersangka dijerat dengan Pasal 156a KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan dan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Mas Guntur Laupe, SH., MH., yang menyampaikan langsung penetapan tersangka.

"Saya berharap masyarakat tidak terpancing. Ini masalah pribadi, dan kasus ini tetap akan kita proses secara hukum," kata Kapolda saat menggelar jumpa pers di Aula Polres Pelabuhan Makassar, Jumat (10/7/2020).

Ince diamankan Polres Pelabuhan sejak Kamis malam tadi, selang beberapa jam setelah aksinya melempar dan hendak merobek Alqur’an terekam jelas di dalam sebuah video dan menjadi viral di media sosial dan di sejumlah grup percakapan aplikasi WhatsApp.

Gabungan aktivis ormas Islam juga sempat mendatangi kantor Polres Pelabuhan Makassar, Kamis malam tadi, dan meminta Ince, yang merupakan warga Jalan Tentara Pelajar, Kecamatan Wajo, diganjar dengan hukuman yang setimpal.

"Percayakan kepada kami. Dalam waktu dekat, kami akan serahkan ke Jaksa Penuntut Umum, dan terangka akan diancam hukuman lima tahun penjara," ujar Kapolda didampingi Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, dan Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Muhammad Kadarislam.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar, KH Baharuddin HS., yang juga turut mendampingi Kapolda Sulsel dalam press conference tersebut, menyampaikan bahwa apa yang telah dilakukan tersangka sama sekali bukan persoalan keummatan, tetapi lebih kepada permasalahan personal.

Adapun tersangka, Ince, mengaku sangat menyesali perbuatannya, dan beralasan melempar dan mengancam hendak merobek Alqur’an, karena saat itu sedang emosi.

"Saya emosi. Saya emosi. Saya lepas kontrol. Saya siap pertanggungjawabkan perbuatanku secara pribadi," tuturnya sambil terisak.

Dari pengakuan tersangka, kejadian itu dipicu, karena tersangka mengaku sakit hati dituduh sebagai pelapor atas tindakan beberapa warga di seputaran tempat tinggalnya yang kerap main judi.

Achmad

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya