Soppeng Kembali Perketat Perbatasan, Pendatang Wajib Kantongi Keterangan Sehat - Pilar Indonesia
» » Soppeng Kembali Perketat Perbatasan, Pendatang Wajib Kantongi Keterangan Sehat

Soppeng Kembali Perketat Perbatasan, Pendatang Wajib Kantongi Keterangan Sehat

Diposting oleh Pada Rabu, Juni 24, 2020 | No comments

Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak.
Soppeng, Pilarindonesia.com - Pemerintah Kabupaten Soppeng menyatakan kembali memperketat wilayah perbatasan seiring meningkatnya pasien corona beberapa hari terakhir.

Selain itu, bagi warga yang hendak masuk ke Soppeng, mereka harus mengantongi surat keterangan berbadan sehat.

"Bagi masyarakat nantinya yang akan masuk Soppeng untuk membekali diri dengan keterangan sehat. Dan mulai tanggal 24 Juni sampai 14 Juli akan kembali dipeketat perbatasan di semua wilayah Soppeng," kata Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Lanjutan Covid-19 di Wilayah Kabupaten Soppeng, di Makodim 1423/Soppeng, Rabu (24/6/2020).

Kaswadi juga mengaku telah berkoordinasi dengan Ketua Kerukunan Keluarga Soppeng (KKS) agar mengimbau kepada warga Soppeng yang ada di perantauan untuk menahan diri dulu tidak pulang ke Soppeng. Begitu pula yang ada di Soppeng untuk tidak keluar masuk Soppeng dulu agar penyebaran virus corona ini bisa diatasi.

Pertemuan yang dihadiri Dandim 1423, Kapolres Soppeng, kepala dinas terkait dan camat itu sekaligus merupakan evaluasi dalam penanganan Covid-19 di daerah Soppeng.

Dalam kesempatan itu, Kaswadi mengucapkan terima kasih kepada Dandim 1423, Kapolres Soppeng beserta jajarannya yang telah bersama melawan Covid-19.

"Karena tanpa dukungan dan kerjasama kita tidak bisa menyelamatkan warga kita dari pandemi Covid-19 ini. Akhir-akhir ini ada beberapa kasus baru yang muncul lagi, sehingga kita merasa berkewajiban untuk bertindak cepat. Soppeng adalah Soppeng. Jangan kita melihat dari daerah lain, melihat tenang-tenang saja, Soppeng berbeda dengan daerah lain, karena kami di sini tidak bisa tinggal diam dengan kondisi seperti ini. Sekarang ini bagaimana kita mengantisipasi, karena sudah ada pengalaman dalam penanganan ini agar ekonomi, pendidikan, kesehatan harus tetap berjalan, bagaimana beribadah masyarakat harus tetap bisa berjalan," terang Kaswadi.

Achmad
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya