Pilar Indonesia
» » Fatimah Kalla Diamanahkan sebagai Ketua Yayasan Al Gazali UIM

Fatimah Kalla Diamanahkan sebagai Ketua Yayasan Al Gazali UIM

Diposting oleh Pada Selasa, Maret 03, 2020 | No comments

Rektor UIM, Dr Ir Hj A Majdah M Zain, MSi
Makassar, Pilarindonesia.com - Komisaris Utama Kalla Group Fatimah Kalla secara resmi telah ditetapkan menjadi Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar yang baru.

Penetapan itu merupakan kesepakatan rapat Dewan Pembina Yayasan. Yayasan Al Gazali merupakan pengelola dari Universitas Islam Makassar (UIM). Ketua Yayasan sebelumnya adalah Prof H Iskandar Idy mengundurkan diri karena alasan kesehatan dan usia.

Informasi pergantian ketua yayasan itu disampaikan secara resmi oleh Rektor UIM Dr Ir Hj A Majdah M Zain Msi kepada sivitas akademika UIM usai pelaksanaan upacara Senin dirangkaikan shalat Dhuha dan pengajian di Masjid Asshabaha UIM, Seninn (2/3/2020).

"Ibu Fatimah Kalla menyampaikan salam kepada kita semua. Beliau ketua yayasan kita yang baru," ujar Majdah.

Pimpinan dan dosen UIM yang hadir khidmat mendengarkan dan sebagian terlihat matanya berkaca-kaca.

"Keputusan Pak Iskandar Idy harus kita hormati dan menerima dengan lapang dada. Sembari menatap dengan positif apa yang telah ditetapkan dewan pembina yayasan," ucap istri Wakil Gubernur Sulsel 2008-2018 Agus Arifin Nu'mang itu.

Dewan Pembina Yayasan Al Gazali di antaranya AGH Sanusi Baco, HM Jusuf Kalla.

Majdah mewakili keluarga besar UIM berterima kasih atas peran Iskandar Idy selama menjadi ketua yayasan. UIM yang hanya dimulai dengan 4 gedung, rektorat dan perkuliahan, selebihnya hanya lahan 4,5 hektar ditumbuhi alang-alang.

Lalu membangun sejumlah gedung perkuliahan. Seiring lonjakan pertambahan jumlah mahasiswa.

Hingga saat ini sedang membangun gedung rektorat baru, perpustakaan, serbaguna dan masjid yang dipastikan oleh sebagian besar kalangan akan menjadi ikon baru Makassar karena keunikan desainnya.

"Semuanya tak lepas dari tekad dan visi Pak Iskandar Idy. Juga sebagai realisasi dari pesan beliau 'kalau mau maju harus berani'," kenang Ketua DPW Muslimat NU Sulsel ini. Menyusul segera dibangun tower pencakar langir setinggi 20-an lantai yang merupakan visi HM Jusuf Kalla.

Sebagai rektor, Majdah juga mengaku optimis dengan keputusan dewan pembina menetapkan Fatimah Kalla mantan Presiden Direktur PT Hadji Kalla sebagai ketua yayasan.

Hadji Kalla merupakan salah seorang pendiri dari Yayasan Al Gazali dari 8 tokoh pendiri pertama yang sebelumnya mengelola UNNU, UNIZAL, STIP/STID Al Gazali, sebagai cikal bakal terbentuknya UIM pada tahun 2000. Sedangkan mantan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla juga pernah menjabat sebagai Ketua Yayasan Al Gazali.

Bersamaan dengan penetapan Fatimah Kalla sebagai ketua yayasan, HM Jusuf Kalla juga bersedia menjadi jajaran dewan pembina bersama AGH Sanusi Baco dan Iskandar Idy.

Majdah pada kesempatan yang sama menyampaikan beberapa hal dari Fatimah Kalla yang akan menjadi arah baru pengembangan dan percepatan UIM.

Di antaranya, UIM sudah harus melaksanakan manajemen profesional, bukan lagi manajemen jamaah, yakni mengutamakan SDM profesional yang akan melaksanakan semua lini.

"Tuntutan era digital maka UIM mau tak mau sudah harus menerapkan manajemen yang profesional dan modern, semangat keilmuan dari potensi jami'ah, the right man on the right place," urainya.

Untuk merealisasikan hal tersebut, ungkap Majdah, saat ini Fatimah Kalla telah menugaskan auditor dan tim yang dibentuknya untuk mempersiapkan beberapa program percepatan bagi pengembangan UIM.

"Pak JK juga sebagai dewan pembina telah memastikan pembangunan infrastruktur UIM akan terus dilakukan dan banyak hal yang akan dilakukan. Tinggal bagaimana komitmen dan profesionalisme kita," tegasnya.

Di atas semua rencana itu, Bendahara ICMI Sulsel itu, juga menyampaikan pesan dewan pembina dan ketua yayasan baru bahwa UIM harus semakin kentalkan atmosfir Qur'ani dan Islaminya.

"Segenap sivitas akademika sangat optimis UIM akan menjadi kampus modern dengan gedung-gedung yang saat ini sementara dibangun tahap I dengan design urban campus yang juga ide dari bunda Hj Fatimah Kalla," urai Majdah.

Rektor wanita pertama UIM itu berpesan kepada segenap sivitas akademika, khususnya pada jajaran pimpinan, untuk bekerja bersungguh-sungguh, meningkatkatkan kapasitas SDM UIM, bekerja profesional, akuntabel untuk meningkatkan kualitas pengelolaan UIM dalam rangka mewujudkan good governance university.

"Demikian pula khususnya untuk kualitas akademik agar menghasilkan luaran yang bisa bersaing di dunia kerja," pungkas sosok yang aktif membumikan Qur'an perannya sebagai ketua Pembina Forum Kajian Alquran (FKCA) Sulsel itu.

Laporan: Firmansyah Lafiri
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya