Kafe Diduga Jual Alkohol Kadar Tinggi, BMI dan Legislator Makassar Dialog dengan Pengelola Mal Panakukang - Pilar Indonesia
» » Kafe Diduga Jual Alkohol Kadar Tinggi, BMI dan Legislator Makassar Dialog dengan Pengelola Mal Panakukang

Kafe Diduga Jual Alkohol Kadar Tinggi, BMI dan Legislator Makassar Dialog dengan Pengelola Mal Panakukang

Diposting oleh Pada Kamis, Januari 23, 2020 | No comments

Anggota Komisi A DPRD Makassar, Hj Nunung Dasniar
Makassar, Pilarindonesia.com - Ketua Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan, Muhammad Zulkifli bersama dengan anggota Komisi A DPRD Makassar, Hj Nunung Dasniar, mendatangi Vanyard Cafe, di Mal Panakukang, Jalan Boulevard, Kota Makassar, Kamis (23/1/2020).

Kedatangan pimpinan ormas Islam dan legislator tersebut menyusul adanya pengaduan terkait dugaan penjualan minuman keras dengan kadar alkohol tinggi di tempat itu.

Menurut Zulkifli, berdasarkan hasil dialog secara kekeluargaan dengan pihak pengelola mal, memang ada keganjilan soal Klasifikasi Baku Lapangan Indonesia (KBLI) yang dimiliki pihak Vanyard Cafe.

"Yang mana untuk perdagangan eceran minuman alkohol, harusnya kode KBLI-nya adalah 47221, bukan KBLI 5630 atau kategori penyedia minuman saja, sehingga hal ini akan menjadi bahan evaluasi pihak pengelola mal untuk meninjau kembali kerjasama dengan pihak Vanyard, dan pihak pengelola sepakat akan menyelesaikan masalah ini paling lambat 3X24 jam," ujar Zulkifli melalui rilis yang diterima redaksi Pilarindonesia.com, Kamis (23/1/2020), malam.

Zulkifli menegaskan, semestinya Pemerintah Kota Makasar perlu lebih teliti mengkaji dampak mal dijadikan tempat menjual miras yang alkoholnya hingga 40 persen, bahkan bisa lebih. Tidak boleh serta merta menerbitkan SIUP untuk usaha kafe.

"Apalagi berkedok dengan KBLI sebatas penyedia minuman biasa, tetapi ternyata menjual full minuman keras. Saya juga telah berkomunikasi dengan pihak pengelola Vanyard Cafe, dan menurut mereka, KBLI penyedia minuman itu muncul dengan tujuan supaya mereka di samping bisa menjual secara eceran,juga dapat menyajikan miras untuk dikonsumsi di mal hingga kadar alkohol di atas 40 persen," terangnya.

Zulkifli, yang juga ketua Presidium Aliansi Penjaga Gerbang Timur Indonesia, meminta Pemerintah Kota Makassar turun ke lapangan dan datang ke Mal Panakukang untuk melihat langsung penjualan miras, apalagi mal ini merupakan pusat perbelanjaan yang semua orang bebas datang tanpa memandang kelompok umur.

Dia menganggap, Vanyard Cafe bukan sekelas penjual eceran, tetapi sudah masuk kategori pedagang besar, karena semua golongan miras mereka jual, mulai dari golongan A sampai C, sehingga seharusnya KLBI yang dimiliki bukan penyedia minuman, tetapi perdagangan besar minuman beralkohol atau minimal perdagangan eceran minuman beralkohol.

"Saya tidak bisa membayangkan jika ada kelompok orang jahat yang memanfaatkan kondisi ini untuk membuat tindak kejahatan di dalam mal. Saya juga tidak bisa bayangkan kerusakan yang terjadi jika ada orang yang dalam kondisi mabuk lantas membuat kejahatan di dalam mal, apalagi kita sangat paham bahwa miras adalah sumber seluruh perbuatan keji!" tegasnya.

Ketua BMI Sulsel, Zulkifli, berdialog dengan pengelola mal
Dalam pertemuan tadi, Zulkifli juga memberikan pandangan kepada pihak pengelola mal tentang besarnya potensi kejahatan yang bisa terjadi apabila mal dijadikan tempat mengkonsumsi miras.

"Apa yang terjadi saat ini harus membuka mata kita bahwa saat ini anak bangsa kita sedang terancam oleh bahaya pengaruh miras. Olehnya, saya meminta kepada seluruh pemimpin Muslim di Pemkot Makassar dan Pemprov Sulsel serta para anggota Dewan yang terhormat, yang masih merasa punya hati nurani dan keimanan, mari bersama-sama menyelamatkan anak bangsa, menyelamatkan generasi dengan membuat dan melahirkan peraturan supaya miras tidak dijual di tempat umum, termasuk mal, dan melarang seluruh pengusaha Muslim menjual minuman keras yang sudah jelas keharamannya," tuturnya.

Achmad
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya