Pilar Indonesia
» » Guru Besar Universitas Raja Saud Memberikan Nasihat dan Masukan ke Ormas Islam Sulsel

Guru Besar Universitas Raja Saud Memberikan Nasihat dan Masukan ke Ormas Islam Sulsel

Diposting oleh Pada Sabtu, Januari 11, 2020 | No comments

Syaikh Abdullah dengan mutarjim, Ustadz Salahuddin. 
Makassar, Pilarindonesia.com - Guru Besar Bidang Aqidah dan Pemikiran Universitas Raja Saud (King Saud University), Riyadh, Saudi Arabia, Syaikh Profesor DR Abdullah bin Dujaen As Sahli, mengingatkan kepada elemen ormas dan kelompok Islam tentang pentingnya persatuan dan larangan bercerai-berai.

Dia menyampaikan, Allah Subhanahu wa Ta'ala begitu tegas di dalam Kitab Suci Alqur'an menyeru kepada ummat Islam yang beriman untuk selalu menjaga persatuan dan kebersamaan.

"Dan berpeganglah kalian semua kepada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai..." kata Syaikh Abdullah mengutip surah Ali-Imran ayat 103.

Suasana temu du'at
Syaikh Abdullah hadir dalam Temu Du'at Lintas Ormas/Lembaga Islam yang diadakan Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah bekerjasama dengan Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan, di Rumah Makan Ulu Juku, Jalan Profesor Abdurrahman Basalamah, Kota Makassar, pada Kamis (9/1/2020), sore lalu.

Acara yang dimoderatori Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar, Ustadz Ahmad Hanafi, Lc MA PhD., tersebut, dihadiri sejumlah pimpinan atau perwakilan ormas Islam se-Sulawesi Selatan, seperti Hidayatullah, Wahdah Islamiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Komite Perjuangan Penegakan Syariat Islam (KPPSI), Perkumpulan Persaudaraan Muslim Internasional (PPMI), Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), Forum Arimatea, Laskar Tauhid, Forum Ittihad, Garuda Pembela Ummat dan Bangsa (Garuda), Brigade Muslim Indonesia (BMI), Sahabat Muslim serta Forum Penggiat Media Muslim (Forpemi).

Dalam pemaparannya yang diterjemahkan Ustadz Salahuddin Guntung, Lc MA., Syaikh Abdullah mengimbau kepada ummat agar tidak mudah terjebak kepada perdebatan, seperti membesarkan atau mengecilkan lafadz bismillahi rahmani rahim. Atau pihak yang melakukan qunut dan yang tidak menggelar qunut di waktu shalat fardhu Subuh.
Ketua BMI, M Zulkifli, menyampaikan pertanyaan

Menurutnya, boleh-boleh saja semua pihak ber-ijtihad dengan mengeluarkan dalil dan argumen masing-masing, tetapi hendaklah mengedepankan ukhuwah atau persaudaraan Islam, sehingga tidak bercerai-berai.

Usai memberikan nasihat, beberapa perwakilan ormas Islam meminta tanggapan dan masukan dari Syaikh Abdullah. Di antaranya dari Ketua ANNAS Sulawesi Selatan, Ustadz Farid Ma'ruf Nur, yang menyampaikan tentang perkembangan paham Syiah serta gerakan pendangkalan aqidah dan aliran sesat lainnya, terutama di daerah ini.

Demikian juga laporan dari Ketua Forum Arimatea Sulsel, Ustadz Jumzar Rachman, terkait perkembangan dakwah kepada non-Muslim dan kegiatan pembinaan kepada muallaf yang selama ini telah dilakukan dan terus berjalan.

Syaikh Abdullah berpose dengan para aktivis Islam
Syaikh Abdullah mengaku sangat senang dan berbangga mendengarkan laporan atas perkembangan dakwah di Indonesia, terutama di Sulsel, dengan melihat kesungguhan dan konsistensi dari semua komponen pegiat dakwah Islamiyah. Dia pun mendoakan kepada dua't agar senantiasa diberikan perlindungan dan keistiqomahan oleh Allah Azza wa Jalla.

Ketua Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB), Ustadz Muchtar Daeng Lau, SPdI., menyatakan akan segera menindaklanjuti segala arahan dan masukan dari Syaikh Abdullah, salah satunya dengan melakukan pertemuan rutin dengan kalangan ormas Islam.

Adapun Ustadz Ahmad Hanafi, menyampaikan banyak terima atas partisipasi dan dukungan dari semua ormas Islam yang telah hadir dalam pertemuan itu.

Abu Aisyah 


Baca Juga Artikel Terkait Lainnya