Pilar Indonesia
» » Dialog Ekonomi Keummatan PPMI, KH Hasan Basri: Misi Kami Ajarkan Qur'an, Berdakwah dan Ekonomi

Dialog Ekonomi Keummatan PPMI, KH Hasan Basri: Misi Kami Ajarkan Qur'an, Berdakwah dan Ekonomi

Diposting oleh Pada Senin, Januari 13, 2020 | No comments

KH Hasan Basri Rahman memberikan sambutan
Gowa, Pilarindonesia.com - Perkumpulan Persaudaraan Muslim Internasional (PPMI) sukses menggelar Dialog Ekonomi Keummatan bertema "Persaudaraan Muslim Sebagai Pondasi Kekuatan Ekonomi", di Masjid Al Hikmah, Perumahan Hertasning Madani, Jalan Bonto Tangnga, Kabupaten Gowa,Sulawesi Selatan, pada Ahad (12/1/2020).

Hadir sebagai pembicara, yakni mubbaligh PPMI Sulawesi Selatan, Ustadz Sirajuddin Bantang, dan praktisi informasi teknologi, Ustadz Sofyan Idris. Dimoderatori oleh Ustadz Muhammad Kasim, seorang da'i dari Kota Makassar.

Presiden PPMI, Kyai H Hasan Basri Rahman, dalam sambutan pembukanya, menyampaikan bahwa PPMI sejak dibentuk misi utamanya adalah ukhuwah atau persaudaraan sesama ummat Islam tanpa melihat latar belakang person atau pun kelompok, dan fokus utamanya adalah belajar serta mengajarkan Islam, dakwah dan ekonomi dengan berupaya melahirkan enterpreneur Muslim.

"Kita sangat terbuka kepada siapa saja yang ingin bergabung menegakkan dakwah dan ekonomi keummatan di lembaga ini, karena memang tujuan awal pembentukan PPMI seperti itu," ujarnya.

Kyai Hasan pun menyampaikan sejumlah program utama PPMI yang selama ini telah dijalankan, terutama agenda belajar kitab suci Alqur'an dan belajar cara mengajarkannya kepada masyarakat Muslim, serta menjadi penceramah sampai menjadi pebisnis sukses.

Adapun Ustadz Sirajuddin Bantang, dalam materinya, terlebih dahulu menceritakan kisah nyata yang pernah terjadi di zaman para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi Wassalam, tepatnya ketika Nabi bersama dengan para sahabatnya berhijrah ke Kota Suci Madinah, yang disambut dengan suka cita oleh para kaum Anshar atau penduduk asli Madinah kala itu.

Kaum Muhajirin, sebutan bagi rombongan Rasulullah yang telah berhijrah dari Kota Suci Makkah, karena pada saat itu di sekitar Masjidil Haram masih dalam penguasaan kaum kafir quraisy, memperlihatkan keakraban dan persaudaraan yang sebenar-benarnya sebagaimana yang digambarkan Allah Ta'ala di dalam Alqur'an.

"Sebagaimana misalnya sahabat mulia Abdurrahman bin Auf ditawari sebagian harta oleh sahabat mulia penduduk Madinah, Saad bin Rabi. Bahkan, salah satu istri Saad pun ditawarkan ke Abdurrahman. Dia katakan pada saat itu, setelah saya ceraikan dan lepas massa iddah-nya, silakan dinikahi. Betapa mulia dan agungnya akhlak para sahabat waktu itu," terangnya.

Apa kata Abdurrahman? Ustadz Sirajuddin melanjutkan, ia menolak semua itu, dan hanya meminta ditunjukkan lokasi pasar, hingga ummat Islam sampai sekarang sangat mengenal salah satu sahabat Rasulullah yang paling kaya raya dan berhati dermawan, yakni Abdurrahman bin Auf.

Olehnya, Ustadz Sirajuddin, yang juga selaku pengurus Kantor Urusan Agama di Kabupaten Takalar menyampaikan tentang pentingnya berwirausaha.

"Kalau kami di PPMI itu, biar kecil usahanya, yang penting kita memulai dulu," tutur da'i yang baru-baru ini melakukan kunjungan ke Xinjiang, China, dalam rangka melihat keberadaan etnis Uighur.

Ustadz Sofyan Idris sendiri menjelaskan tentang peran informasi teknologi yang kian berkembang dewasa ini.

"Orang bisa dengan mudah menguasai dunia jika menguasai informasi teknologi," jelas mantan anggota KPU dan staf ahli Wali Kota Palopo itu.

Dia pun menyebut sosok Jack Ma, CEO Alibaba Group, yang berkebangsaan Tiongkok, yang sekarang ini menjadi salah satu orang terkaya di dunia dan cukup berpengaruh dikarenakan informasi teknologi yang dikuasai dan dimilikinya.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Sofyan juga memperkenalkan Asia One Reward, sebuah aplikasi yang ia telah ciptakan dan bisa di-dowload di App Store, dengan harapan mampu mensejahterakan ummat Islam, terutama di Indonesia.

Hadir dalam pertemuan itu, di antaranya Ketua Forum Ummat Islam Bersatu, Ustadz Muchtar Daeng Lau; Ketua Posko Yatim, Ustadz Syarifuddin Liwang, Ustadz Jamaluddin Daeng Ago dan Ustadz Muhammad Saleh Suleman, yang merupakan da'i dari PPMI.

Achmad



Baca Juga Artikel Terkait Lainnya