Ustadz Yusran Anshar Jelaskan tentang Cadar, Celana Cingkrang dan Isbal di Dialog MUI Makassar - Pilar Indonesia
» » Ustadz Yusran Anshar Jelaskan tentang Cadar, Celana Cingkrang dan Isbal di Dialog MUI Makassar

Ustadz Yusran Anshar Jelaskan tentang Cadar, Celana Cingkrang dan Isbal di Dialog MUI Makassar

Diposting oleh Pada Senin, Desember 23, 2019 | No comments

Ustadz Muhammad Yusran Anshar hafidzahullah (kiri)
Makassar, Pilarindonesia.com - Ketua Dewan Syariah Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Yusran Anshar, menegaskan bahwasanya Islam adalah agama yang sama sekali tidak mentolerir segala macam dan bentuk radikalisasi.

Hal tersebut ia sampaikan dalam Dialog Refleksi Akhr Tahun yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar, di Hotel Grand Celino, Jalan Lanto Dg Pasewang, Kota Makassar, Sabtu (21/12/2019).

"Allah Azza wa Jalla berfirman sebanyak dua kali dalam Alqur'an; laa taghluu fii diinikum (jangan melampaui batas dalam agama). Begitu pun Nabi yang kita yang muliakan, Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam, yang bersabda; iyyakum wal ghukuw fid diin (berhati-hatilah dari sifat berlebih-lebihan dalam agama). Dan, banyak hadist-hadist beliau (Rasulullah) yang melarang keras dari perbuatan berlebih-lebihan dalam agama atau yang disebut radikalisme," terang Ustadz Yusran.

Ketua SENAT STIBA Makassar tersebut juga memaparkan tentang cadar. Ustadz Yusran menyampaikan, dalam pandangan ulama, hanya berkisar pada dua hukum mengenai cadar, yakni wajib dan sunnah.

Ia menegaskan, tidak ada ulama, apalagi generasi salaf, yang mengatakan bahwa cadar merupakan bagian dari budaya Arab. Juga kaitannya dengan Islam sebagai agama yang mulia.

Adapun yang berkaitan dengan celana cingkrang atau kain celana di atas mata kaki, Ustadz Yusran memperjelas, hadist-hadist tentang keharaman isbal mutawatir maknawi, yang diriwayatkan lebih dari 40 sahabat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi Wasallam.

Bahkan, ia menyebut, ulama bersepakat bahwa isbal atau kain melewati mata kaki, yang disertai dengan kesombongan, haram secara mutlak. Mereka hanya berselisih pendapat tentang isbal yang tidak disertai dengan kesombongan.

Di pengujung pemaparannya, alumnus fakultas hadist Universitas Islam Madinah tersebut menyampaikan tentang kekeliruan sebagian orang yang menganggap pakaian tidak berpengaruh kepada ketakwaan.

Mengutip atsar dari Umar bin Khattab, yang berkata kepada pemuda yang isbal; angkatlah pakaianmu, karena itu lebih mengawetkannya dan lebih bertakwa kepada Tuhan-mu.

"Ketika seseorang memakai cadar atau bercelana cingkrang dan tidak men-judge orang yang tidak bercadar, semata-mata atas perintah Allah dan rasul-Nya, maka dia ada keinginan untuk menjadi takwa dan lebih dekat kepada Allah," terang Ustadz Yusran.

Dialog itu dihadiri peserta dari kalangan alim ulama dan tokoh dari sejumlah Ormas Islam. Pembicara lainnya dalam diskusi itu, masing-masing KH Muhammad Ahmad, yang merupakan ketua MUI Kota Makassar periode 2002-2012, dan Syamsu Rijal selaku peneliti Litbang Depag, serta DR. Muammar Bakri, Lc MA., selaku Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar dan imam besar Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf Makassar.

Irfan
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya