Pilar Indonesia
» » Soal Status Yayasan Adiniyah Attahiriyah di PN Jaksel, Profesor Abdul Gani: Belum Inkrachf

Soal Status Yayasan Adiniyah Attahiriyah di PN Jaksel, Profesor Abdul Gani: Belum Inkrachf

Diposting oleh Pada Sabtu, Desember 21, 2019 | No comments

Profesor Abdul Gani Abdullah
Jakarta, Pilarindonesia.com - Rektor Universitas Islam Attahiriyah (UNIAT) Jakarta, Prof. Dr. Abdul Gani Abdullah, SH., menegaskan bahwa putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan perihal perkara Yayasan Adiniyah Attahiriyah dengan putusan nomor 670/Pdt.6/2018/PN.Jkt.Sel tgl 19 November 2019, belum memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht).

"Putusan PN Jaksel itu belum inkracht, karena saat ini sedang melakukan upaya hukum banding di Pengadilan Tinggi Jakarta," ujarnya, Jumat (20/12/2019)

Prof. Abdul Gani Abdullah, yang juga mantan Hakim Agung di Mahkamah Agung Republik Indonesia itu, menyayangkan pengakuan dari pihak lain yang mengklaim bahwa dengan Keputusan Akta Nomor 06 Tanggal 18 Agustus 2017 di Notaris Dr. Gunawan Djaya Putra, kantor notaris di Tangerang, dibatalkan, dan kepengurusan Khudori Thahir sebagai tergugat tidak berlaku lagi adalah keliru.

Olehnya, Prof. Abdul Gani mengimbau kepada seluruh civitas akademika UNIAT, khususnya para mahasiswa agar tetap fokus kuliah dan tidak perlu terpengaruh dengan berita provokasi, karena hak mahasiswa adalah mengikuti proses perkuliahan, untuk urusan hukum, biarlah menjadi kewajban yayasan dan kuasa hukumnya.

"Kegiatan akademik mahasiswa saat ini di gedung Kampus Universitas Islam Attahiriyah di Jalan Kampung Melayu Besar, Nomor 22, RT 01/03 Kebon Baru-Tebet, Jakarta Selatan, tetap berjalan, paling tidak hingga masalah yayasan berkekuatan hukum tetap," tegasnya.

Laporan: Arief Dermawan Hasibuan
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya