Pilar Indonesia
» » Merasa Difitnah, Brigade Muslim Indonesia Tuntut Media Aksaraintimes.id Minta Maaf

Merasa Difitnah, Brigade Muslim Indonesia Tuntut Media Aksaraintimes.id Minta Maaf

Diposting oleh Pada Selasa, Desember 31, 2019 | No comments

Ketua BMI Sulsel, Muhammad Zulkifli (kiri)
Makassar, Pilarindonesia.com - Ketua Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan, Muhammad Zulkifli, menyayangkan pemberitaan media online Aksaraintimes.id yang memuat berita tentang jejak kekerasan BMI.

Kader Pemuda Pancasila Sulsel itu menegaskan sama sekali tidak pernah melakukan kekerasan selama ini seperti yang dituduhkan.

"Rilis yang mereka buat tentang berhentinya
penjualan babi di Mal Pipo dan Holiwings, tentu sangat jauh berbeda dengan fakta di lapangan, dan kami merasa sepertinya berita ini adalah orderan pihak tertentu untuk melancarkan fitnah keji kepada BMI," kata Zulkifli melalui rilis, Selasa (31/12/2019).

Dia menegaskan, kalimat yang dituduhkan seakan BMI pernah melakukan intimidasi kepada pihak Mal Pipo dan Holiwings, sehingga mereka tidak lagi menjual dagangan menu berbahan babi.

Zulkifli menganggap, fitnah keji yang dilancarkan media itu sepertinya sengaja didesain kelompok tertentu guna mematikan gerakan BMI Sulsel.

"Kami harap pihak Aksaraintimes.id., bisa menjadi wartawan yang profesional yang selalu melakukan klarifikasi kepada pihak terkait sebelum merilis berita, dan jangan memberi kesan sebagai wartawan yang kerjanya copy paste, sehingga berita yang salah pun akan semakin meluas," terangnya.

Bukti link berita. Dok. BMI Sulsel
Kendati demikian, laman berita yang berjudul "Jejak Kekerasan BMI dan Pembiaran Polisi" sudah tidak tayang di laman website Aksaraintimes.id.

Zulkifli mengaku telah menelpon langsung pihak penulis dan meminta kepada redaksi yang bersangkutan untuk membuat penyataan maaf secara resmi baik di media cetak dan media online atas berita yang tidak sesuai fakta lapangan itu.

"Selain itu, saya juga sudah minta kepada pihak IWO (Ikatan Wartawan Online) Sulsel memberikan sanksi apabila terdapat kesalahan dalam penulisan berita," pungkasnya.

Achmad
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya