Pilar Indonesia
» » Delapan Orang Aktivis Brigade Muslim Indonesia Bubarkan Demo yang Ditengarai Pendukung OPM di Makassar

Delapan Orang Aktivis Brigade Muslim Indonesia Bubarkan Demo yang Ditengarai Pendukung OPM di Makassar

Diposting oleh Pada Senin, Desember 02, 2019 | No comments

Salah seorang aktivis BMI membaca isi tuntutan pendemo sebelum aksi itu dibubarkan, di Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Senin (2/12/2019), sore tadi. Foto: Istimewa
Makassar, Pilarindonesia.com - Aktivis Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan kembali menghalau dan membubarkan unjuk rasa gabungan mahasiswa yang ditengarai sebagai pendukung Organisasi Papua Merdeka (OPM), di Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Senin (2/12/2019), sore tadi.

Ketua BMI Sulsel, Muhammad Zulkifli, menjelaskan pihaknya terlibat aksi saling dorong dengan kelompok yang mengatasnamakan Solidaritas Untuk Bangsa Papua tersebut, karena kuat dugaan sebagai upaya mendukung gerakan OPM.

"Perlu diingat: OPM ini jelas-jelas merupakan rongrongan nyata bagi NKRI," ujarnya melalui rilis yang diterima redaksi Pilarindonesia.com.

Zulkifli menyebut, aksi itu sepertinya sebagai bentuk provokasi untuk memancing kemarahan warga Makassar supaya menyerang Asrama Papua kemudian dijadikan pemicu lagi, sehingga Papua kembali bergejolak.

"Karena kita ketahui beberapa waktu lalu, sejumlah saudara kita dari Sulsel terbunuh di sana. Hal ini bisa dibuktikan karena peserta aksi yang berjumlah kurang lebih 45 orang itu bisa dikatakan 95 persen bukan anak Papua, dan ini bisa jadi acuan bahwa saudara-saudara kita anak Papua yang ada di asrama mereka, tidak mau terlibat dengan aksi itu," terangnya. "Teman-teman aktivis BMI yang hadir hanya delapan orang itu,".

Menurut Zulkifli, di dalam sebuah selebaran yang dibagikan para pendemo itu, mereka menuntut pembebasan sejumlah orang di Papua, yang ditahan dengan alasan politik.

Dia menegaskan, membebaskan tanpa syarat orang-orang yang  diduga kuat terlibat kriminal di Papua adalah upaya merendahkan hukum di Indonesia.

"Tentu ini tidak bisa dibiarkan. Apalagi sampai meminta pemerintah mengakui kemerdekaan Papua adalah sebuah penghinaan kepada NKRI. Sampai kapan pun, kami di BMI akan terus berjuang dan berada di garda terdepan membela kedaulatan NKRI dari berbagai rongrongan," tegas Zulkifli.

Irfan
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya