Pilar Indonesia
» » Bela Kepentingan RS Wahidin Makassar, Muhammad Zulkifli Rela Berhadapan dengan Hukum

Bela Kepentingan RS Wahidin Makassar, Muhammad Zulkifli Rela Berhadapan dengan Hukum

Diposting oleh Pada Senin, Desember 23, 2019 | No comments

Para aktivis datang memberikan dukungan kepada Zulkifli
Makassar, Pilarindonesia.com - Ketua Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan, Muhammad Zulkifli, saat ini tengah menghadapi kasus hukum pasca insiden di depan Pintu II Kampus Unhas, Jalan Perintis Kemerdekaan, Sabtu (21/12/2019), pekan lalu.

Menurut Zul, sapaan akrabnya, saat ditemui di Polsek Tamalanrea, BTP, Makassar, malam lalu, ia mengaku, sebelum menjalani pemeriksaan di kepolisian atas laporan salah seorang petugas keamanan bagian aset Kampus Unhas, ia cekcok lantaran spanduk pengumuman kepemilikan lahan Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar dicabut sepihak.

"Video yang beredar itu hanya sepotong. Ada kejadian sebelumnya, sehingga saya terpaksa mengeluarkan badik (golok kecil yang merupakan senjata khas masyarakat Makassar) dengan tujuan untuk membela diri," kata Zul.

Zul sehari-hari bekerja di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo bagian pengawas pembangunan.

Kendati demikian, kader Pemuda Pancasila Sulsel tersebut menyerahkan sepenuhnya kepada aparat yang berwajib dan menyatakan siap mengikuti prosedur hukum.

"Ke kantor Polsek Tamalanrea saja ini, saya yang datang sendiri setelah ditelepon oleh salah seorang penyidik," tuturnya.

Zul juga telah melaporkan Jalil, pelapor, atas tuduhan dugaan penganiayaan saat kejadian. Bukti visum berupa cakaran di lengan Zul sebagai bukti kuat.

Silih berganti aktivis dari ormas datang menjenguk dan memberikan dukungan kepada Zulkifl di Polsek Tamalanrea.

Ariyadi Nur, yang merupakan sekretaris BMI Sulsel, menyampaikan bahwa kedatangan para aktivis sebagai wujud solidaritas dan suppport moral kepada Zulkifi.

"Insya Allah, Bang Zul tidak sendirian. Teman-teman akan selalu datang memberikan dukungan," ucapnya.

Irfan
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya