Awal Mula Islam Sampai kepada Etnis Uighur di Xinjiang - Pilar Indonesia
» » Awal Mula Islam Sampai kepada Etnis Uighur di Xinjiang

Awal Mula Islam Sampai kepada Etnis Uighur di Xinjiang

Diposting oleh Pada Jumat, Desember 20, 2019 | No comments

Potret etnik Uighur, Xinjiang.
Jakarta, Pilarindonesia.com - Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Pusat, Ustadz Fahmi Salim, menyampaikan, hanya 20 tahun setelah Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi Wassalam wafat, umat Islam tiba di Uighur, Xinjiang, yang berbatasan langsung dengan Cina, yang jarak tempuhnya sekitar 3.000 kilometer dari Kota Suci Makkah.

Kaisar Tang, Cina, menawarkan perdamaian, ditandai dengan diterimanya utusan sahabat Rasulullah, Saad bin Abi Waqqash radhiyallaahu 'anhu, di pusat kerajaan Cina.

Ustadz Fahmi menyebut, Uighur bergabung ke dalam Daulah Islam di masa Utsman bin Affan radhiyallaahu 'anhu.

"Dari Uighur inilah teknologi kertas pindah dari Cina ke negeri Muslim, sehingga dimulailah penyusunan mushaf Alqur'an Utsmani," terang Ustadz Fahmi melalui tulisan singkatnya yang banyak tersebar di sosial media itu.

Wakil Komisi Dakwah MUI Pusat itu melanjutkan, selama 1.400 tahun, Uighur tetap menjadi negeri Muslim, walaupun pernah dikuasai Mongol di abad 13 masehi, bahkan di era imperialis Eropa yang menjajah Cina.

Para jago kungfu Uighur, Xinjiang, ikut terlibat dalam perlawanan mengusir penjajah Eropa, salah satunya dalam tragedi The Boxer, di mana banyak jagoan kungfu Uighur menghabisi tentara gabungan Inggris-Eropa di kota-kota Cina tahun 1900-an.

Ketika Mao komunis terusir dari kota-kota Cina tahun 1940an, ia lari ke Xinjiang, menumpang hidup di wilayah Uighur.

"Kini komunis berbalik, menghabisi semua simbol Islam, dari negeri yang tersisa Islamnya di Cina. Sebab semua sejarah Islam di Cina sudah banyak dihapus, yang membuat kita tidak paham jika Wong Fei Hung seorang Muslim. Dan, bahkan Kaisar Ming Cina di abad 15 M, didominasi oleh gubernur dan jenderal muslim hingga melahirkan Cheng Ho," jelas Ustadz Fahmi.

Saat revolusi Cina oleh Sun Yat Sen tahun 1910, masih ada jenderal Cina yang Muslim. Dan, di tahun 1945 ketika Mao komunis berkuasa, beberapa jenderal Cina yang Muslim menyelamatkan diri ke Taiwan.

"Kini, saudara kita Uighur butuh bantuan kita semua, doa, dana, tekanan, diplomatik agar Cina menghentikan paksaan komunis atheisnya kepada Muslim Uighur. Semoga kita semua termasuk salah satu yang membantu mereka. Allahu Akbar!!" tegas Ustadz Fahmi.

Irfan
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya