Pilar Indonesia
» » Preman Bayaran yang Busur dan Lempar Warga Antang, LBH Muslim: Jam 10 Ini Kami Laporkan ke Polisi

Preman Bayaran yang Busur dan Lempar Warga Antang, LBH Muslim: Jam 10 Ini Kami Laporkan ke Polisi

Diposting oleh Pada Sabtu, November 23, 2019 | No comments

Sekelompok orang di  atas lahan yang dipersengketakan di Jalan Antang Raya, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Jumat (22/11/2017).
Makassar, Pilarindonesia.com - Direktur Lembaga Bantuan Hukum Muslim (LBH) Makassar, Abdullah Mahir, menyebut sebanyak 10 warga menjadi korban dalam insiden bentrokan perebutan lahan yang terjadi di Jalan Antang Raya, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Jumat (22/11/2019), sore tadi.

"Ada yang terkena busur dan terkena lemparan batu," ujarnya.

Menurut Bang Doel, sapaan akrabnya, pelaku pelemparan dan pembusuran adalah kelompok preman bayaran yang sengaja sudah disiapkan berjaga-jaga di atas lahan sengketa. Saat rombongan warga datang hendak menduduki kawasan itu, mereka pun bertindak anarkis.

Dia mengatakan, sebidang tanah tersebut merupakan fasilitas umum yang menjadi aset Pemerintah Kota Makassar, dan telah diserahkan ke warga untuk dimanfaatkan, namun diklaim pihak tertentu.

"Warga selalu menjadikan lapangan itu sebagai sarana olahraga, kegiatan sosial dan ibadah, seperti dijadikan lokasi pelaksanaan shalat Ied," terang Bang Doel.

Atas insiden itu, sejumlah korban berencana memasukkan laporan ke Polrestabes
Makassar, Sabtu (23/11/2019, hari ini.

"Insya Allah, jam 10.00 ini, kami masukkan laporan polisinya di Polrestabes Makassar. Ada semua bukti-bukti saya pegang," kata Bang Doel

Irfan
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya