Pilar Indonesia
» » Korban Bentrok Antang Tagih Janji Pj Wali Kota Makassar Soal Biaya Rumah Sakit

Korban Bentrok Antang Tagih Janji Pj Wali Kota Makassar Soal Biaya Rumah Sakit

Diposting oleh Pada Rabu, November 27, 2019 | No comments

Muh. Iqbal Samad Suhaeb
Makassar, Pilarindonesia.com - Sejumlah korban bentrok Antang menagih janji pembayaran biaya rumah sakit dari pejabat Wali Kota Makassar, Muhammad Iqbal Samad Suhaeb.

Pasalnya, Iqbal sebelumnya pernah menyampaikan bakal menanggung biaya pengobatan para korban.

"Tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan, sehingga salah satu pasien terpaksa pinjam uang, karena tidak cukup dananya," kata Daeng Jay, perwakilan keluarga korban kepada Pilarindonesia.com, Rabu (27/11/2019).

Rustam, korban yang terkena busur, sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar, dan dikenakan biaya sebanyak Rp 3 juta lebih.

"Sewaktu mau keluar, biaya tidak cukup, terpaksa kami patungan dan sebagian dipinjamkan untuk mencukupi," terang Daeng Jay.

Daeng Kama, korban lainnya yang saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Hermina Makassar juga membutuhkan biaya sebanyak Rp 10 juta lebih.

Menurut Daeng Jay, pembiayaan itu sebenarnya dibebankan kepada Dinas Kesehatan lalu dikoordinasikan ke Camat Manggala.

"Tetapi, kami sudah koordinasikan ke Camat Manggala, hanya diminta bersabar saja dulu," ujarnya.

Daeng Jay, yang juga selaku korban pelemparan batu saat terjadi bentrok, meminta pejabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb dapat merealisasikan janjinya.

"Karena semua korban butuh dana untuk menutupi biaya perawatan, dan pasti mereka tidak akan menagih janji andaikan tidak dijanji," tegas Daeng Jay.

Janji Muh. Iqbal Samad Suhaeb itu disampaikan saat menjenguk Rustam di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo yang kala itu didampingi langsung Kepala Dinas Kesehatan Makassar Naisyah Tun Azikin dan Camat Manggala M. Anshar.

Para warga yang menjadi korban tersebut terkena busur saat terjadi bentrokan perebutan lahan di Jalan Antang Raya, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, pada Jumat (22/11/2019) lalu.

Muhammad Iqbal Samad Suhaeb belum memberikan penjelasan. Pesan yang dilayangkan ke aplikasi percakapan WhatsApp-nya, belum berbalas.

Irfan

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya