Pilar Indonesia
» » Ini Rekomendasi Rumah Zakat dalam World Zakat Forum 2019 di Bandung

Ini Rekomendasi Rumah Zakat dalam World Zakat Forum 2019 di Bandung

Diposting oleh Pada Rabu, November 06, 2019 | No comments

Pihak Rumah Zakat memberikan pemaparan
Bandung, Pilarindonesia.com - Chief Of Thechnology and Program officer Rumah Zakat, Heri Hermawan, menjadi salah satu pembicara dalam World Zakat Forum International Conference yang diselenggarakan sejak Selasa (5/11) hingga Kamis (7/11) besok, di Crown Plaza Hotel, Bandung, Jawa Barat.

Acara yang dihadiri 30 negara itu mengangkat tema "Optimizing Global Zakat Role Trough Digital Technology".

Dalam pemaparannya, Heri menyampaikan tentang upaya Rumah Zakat untuk menjadi world digital philanthropy.

"Market pasar saat ini sudah berubah. Oleh karena itu, kita juga harus ikut berubah dalam meresponsnya," ujarnya.

Menurut Heri, sejumlah alasan sehingga perlu dilakukan peningkatan teknologi digital bagi filantropi, pertama sudah banyak orang yang melek digital, pengguna intenet kian meningkat, kedua potensi zakat di Indonesia bisa ditingkatkan dengan menggunakan teknologi digital.

Dia menyebut, Rumah Zakat saat ini telah memiliki empat inovasi digital, di antaranya website donasi online yang memberikan kemudahan berdonasi kepada masyarakat tanpa harus konfirmasi. Kemudia ada sharinghappiness.org yang merupakan platform penggalangan dana yang bisa menjangkau lebih banyak orang. Berikutnya infak.id yang merupakan platform untuk memberikan kemudahan berinfak dengan mengunakan teknologi terbaru, serta Lelang Bintang yang merupakan platform lelang barang milik publik figure untuk tujuan sosial.

Di akhir paparannya,  Heri juga menyampaikan rekomendasi empat rekomendasi dalam forum itu, yakni regulation, capacity, digital infrastucture dan colaboration.

Regulation atau regulasi yaitu mendorong semua negara untuk membuat regulasi yang menunjang pertumbuhan zakat. Capacity atau kapasitas yaitu institusi zakat harus merespons terhadap digitalisai dengan menyesuaikan dengan kapasitas. Lalu digital infrastructure atau infrastruktur digital dengan membangun infrastruktur digital yang kuat sehingga menciptakan manajemen yang efisien, transparan dan mempercepat pertumbuhan zakat, dan yang terkahir adalah collaboration atau kolaborasi dengan menjalin kerjasama secara global.

“Dengan rekomendasi ini kami berharap bisa ikut mendorong pertumbuhan zakat tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia” ujarnya.

Laporan: Juminah Najah
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya