Pilar Indonesia
» » Dialog Interaktif di UIN Alauddin Makassar, Ketua MPP KA-FoSSEI Sebut Ekonomi Islam Solusi dari Persoalan Perekonomian

Dialog Interaktif di UIN Alauddin Makassar, Ketua MPP KA-FoSSEI Sebut Ekonomi Islam Solusi dari Persoalan Perekonomian

Diposting oleh Pada Sabtu, November 02, 2019 | No comments

Ketua MPP KA-FoSSEI, Mega Oktaviany.
Makassar, Pilarindonesia.com - Majelis Pimpinan Pusat Korps Alumni Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (MPP KA-FoSSEI) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Perbankan Syariah, Fakultas Ekononi dan Bisnis Syariah (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, menyelenggarakan Dialog Interaktif bertema “Ekonomi Islam sebagai Solusi Ketidakpastian Ekonomi Global”, di Aula Rektorat UIN Alauddin, Makassar, Selasa (29/10/).

Hadir sebagai pembicara utama nasional, yakni Ketua MPP KA-FoSSEI Mega Oktaviany. Dalam pemaparannya, Mega, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa kondisi perekonomian dan keuangan global saat ini sedang berada dalam ketidakpastian. Hal ini memberi dampak signifikan terhadap perekonomian dalam negeri.

“Perang dagang antara Amerika Serikat dengan Cina tidak kunjung selesai. Hal ini menimbulkan kekacauan keuangan dan perekonomian di berbagai negara-negara di dunia, seperti Jepang, Korea Selatan, India, Brazil, dan beberapa negara di Eropa, termasuk di Indonesia,” terang dosen Ekonomi Islam Universitas Gunadarma, Jakarta, itu.

Selain itu, kata Mega, mengelola perekonomian Indonesia tahun ini cukup sulit dan pertumbuhan masih stagnan, hanya di sekitar 5 persen. Ia juga menyebut, kinerja perekonomian pada 2018-2019 masih mengalami defisit transaksi yang sedang berjalan. Untungnya konsumsi domestik masih terjaga baik, sehingga mampu menopang pertumbuhan ekonomi 5 persen tersebut.

“Secara fundamental, penyebab utama terjadinya pelemahan ini, selain faktor eksternal juga faktor internal, yaitu satu sisi pengelolaan ekonomi yang tidak efisien, BUMN yang mengalami banyak devisit dan kerugian, sementara di sisi lain kebutuhan dan pembangunan semakin meningkat dan ditambah utang luar negeri yang melampaui rasional anggaran belanja,” jelas peneliti muda yang saat ini sedang menyelesaikan program doktoral di salah satu kampus ternama di Malaysia.

Dengan kondisi ekonomi yang memburuk itulah, Mega melanjutkan, diperkukan kehadiran ekonomi Islam baik secara praktis maupun teoritis sebagai solusi terbaik untuk mengahirinya. Sebab, ia menganggap, konsep ekonomi Islam telah terbukti efektif dalam menjawab segala persoalan perekonomian. Terbukti saat terjadi krisis keuangan pada 1998, krisis finansial tahun 2008, dan krisis utang tahun 2013 dan 2018 lalu. Namun, bank-bank berkonsep syariah tetap kokoh menghadapi.

“Negara-negara di Asia seperti Brunei, Singapura, dan Malaysia, yang sedikit banyak menerapkan konsep pengelolaan keuangan syariah tidak berpengaruh dalam krisis yang terjadi tahun 2013 dan 2018. Hal ini membuktikan bahwa konsep ekonomi Rabbani itu bukanlah semata teoritis, tetapi merupakan solusi nyata yang mujarab,” tegasnya.

Penandatangan kerjasama antara MPP KA-FoSSEI dan UIN Alauddin Makassar.
Untuk itu, Mega berharap, dengan fakta-fakta tersebut dapat menjadi energi yang akan terus memompa semangat para insan akademis, aktivis dan pegiat ekonomi syariah untuk tetap konsisten dan bergerak maju dalam memberi pencerahan dan penyadaran tentang pentingnya ekonomi syariah diterapkan.

Sejalan dengan Mega, Ketua HMJ Perbankan Syariah Fakhri Mahendra Sulaeman, mengatakan  ekonomi Islam dapat menjadi solusi atau alternatif untuk bisa bertahan dari ancaman resesi ekonomi 2020.

"Karna ekonomi Islam lebih menekankan pada penguatan sektor riil dan sektor pasar domestik yang berimbang antara produksi dan konsumsi domestik," tuturnya.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan kerjasama (MoU) dalam peningkatan SDM dan pengabdian masyarakat untuk bidang ekonomi, keuangan dan perbankan syariah, antara MPP KA-FoSSEI dan UIN Alauddin Makassar.

Ketua Jurusan Perbankan Syariah UIN Alauddin Makassar, Ismawati, mengapresiasi acara itu.

Ia menilai, Mega yang juga selaku alumni dan pernah menjadi dosen di UIN Alauddin, memang cukup kompeten di bidang ekonomi syariah secara praktis dan teoritis.

Irfan
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya