Pilar Indonesia
» » Bentrok Perebutkan Lahan di Antang, Sejumlah Warga Terkena Busur dan Batu

Bentrok Perebutkan Lahan di Antang, Sejumlah Warga Terkena Busur dan Batu

Diposting oleh Pada Jumat, November 22, 2019 | No comments

Warga masih siaga di Jalan Antang Raya
Makassar, Pilarindonesia.com - Bentrok tak terhindarkan antara dua kubu di Jalan Antang Raya, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, usai shalat Jumat, (22/11/2019).

Peristiwa itu dipicu saling klaim sebidang tanah lapang yang selama ini digunakan warga setempat sebagai sarana berolahraga dan rutin dijadikan lokasi pelaksanaan shalat Ied.

Sejumlah warga terkena batu dan busur dari kubu yang bertahan di atas lahan. Sebagian besar korban menjalani perawatan di puskesmas, dan sebagian lainnya dilarikan ke rumah sakit.

Sehari sebelumnya, ajakan melakukan aksi Gelar Sajadah 22-11 sempat beredar, terutama di grup aplikasi WhatsApp. Gerakan itu dipelopori warga Bitowa, Kelurahan Antang, yang menolak tindakan penyerobotan lahan.
Seorang warga terkena busur

Aksi pun dimulai usai Jumatan. Massa bergerak dari arah Masjid Nurul Iman Pannara. Sambil membentangkan spanduk dan menggunakan mobil komando yang dilengkapi pengeras suara, mereka menuju ke jalanan masuk kawasan lahan yang dipersengketakan.

Entah siapa yang memulai, tiba-tiba batu dan busur pun melayang yang menyebabkan sejumlah massa menjadi korban. Tak hanya itu, tampak sebuah kendaraan motor dibakar di tengah jalanan.

"Para preman bayaran yang ada di dalam lahan melakukan pembusuran ke warga," ujar seorang warga yang turut menjadi korban pelemparan batu.

Sampai Jumat sore ini, warga masih berjaga-jaga di sepanjang Jalan Antang Raya. Aparat kepolisian lengkap dengan kendaraan pengamanan, dan Satpol PP Pemkot Makassar, juga sudah turun berjaga-jaga guna mengantisipasi bentrokan berlanjut.

Irfan 
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya