Pilar Indonesia
» » Antisipasi Pengungsi dari Wamena, Rumah Zakat Dirikan Posko Krisis Center di Makassar

Antisipasi Pengungsi dari Wamena, Rumah Zakat Dirikan Posko Krisis Center di Makassar

Diposting oleh Pada Selasa, Oktober 01, 2019 | No comments

Jajaran Rumah Zakat memberi keterangan pers
Papua, Pilarindonesia.com - Kerusuhan di Wamena, Papua, telah menewaskan 33 orang, 84 orang luka ringan, serta 7.278 mengungsi.

Rumah Zakat sebagai lembaga kemanusiaan langsung merespons kejadian itu sebagai tragedi kemanusiaan, karena ribuan warga yang merasakan dampaknya.

“Kita harus ikut aktif melakukan aksi bantuan kemanusiaan kepada mereka yang menjadi korban," ujar CEO Rumah Zakat, Nur Efendi, Selasa (1/10), melalui rilisnya.

Rumah Zakat telah mengirimkan lima relawan yang kini telah tiba di Wamena.

Di sana, para relawan menyalurkan bantuan logistik dan juga mendirikan dapur umum.

Rumah Zakat juga menerjunkan 20 orang untuk membantu para pengungsi Wamena yang sekarang berada di Sentani, Jayapura.

"Para relawan berkoordinasi dengan TNI dan juga pihak-pihak terkait dalam upaya membantu warga Wamena. Sebab, kami harus terus waspada agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan," kata Efendi.

Pengungsi Sulsel

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Mansur mengatakan, usai kerusuhan di Wamena Papua, sekitar 1.300-an warga Sulawesi Selatan masih mengungsi.

Waarga yang mengungsi dari Wamena,  kini berada di Jayapura. Mereka ditampung di rumah warga, di Asrama Lanud 751 Jayapura, Rindam Jayapura, dan di rumah keluarga masing-masing.

Branch Manager Rumah Zakat Makassar, Amir, menyampaikan guna mengantipasi kedatangan pengungsi dari Wamena, pihaknya telah mendirikan Posko Crisis Center.

Posko tersebut akan siap melayani para pengungsi yang membutuhkan bantuan berupa penginapan, akomodasi, dan lainnya.

“Jadi, kami terus memantau keadaan saudara-saudara kita di Wamena. Kami sudah memantau bandara dan koordinasi dengan berbagai dinas terkait, namun memang belum ada pengungsi Wamena yang tiba di Sulsel," terang Amir.

Gempa Ambon

Selain di Wamena, Rumah Zakat juga telah menurunkan 10 relawan tim evakuasi dan medis ke wilayah gempa di Ambon.

Relawan mendistribusikan paket makanan siap saji, paket kornet Superqurban, air mineral, serta layanan medis.

"Gempa susulan terus terjadi di Ambon Maluku. Oleh karena itu, para relawan di lokasi selalu bersiap siaga sehingga bila terjadi gempa yang lebih besar, kita dapat melakukan hal preventif untuk meminimalisir dampak negatifnya," jelas CEO Rumah Zakat Nur Efendi.

Ke depannya, lanjut Efendi, para relawan akan terus melakukan distribusi bantuan logistik, pendampingan psikososial, layanan medis, serta turut melakukan pembersihan reruntuhan puing bangunan.

Sementara itu kebutuhan mendesak dari para pengungsi saat ini antara lain makanan siap saji, perlengkapan khusus wanita, obat, tenda dan perlengkapan balita.

Irfan
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya