Pilar Indonesia
» » Dana Investasi Senilai Ratusan Juta Tak Jelas, Dokter Muda Ini Komplain PT Kontak Perkasa Futures Makassar

Dana Investasi Senilai Ratusan Juta Tak Jelas, Dokter Muda Ini Komplain PT Kontak Perkasa Futures Makassar

Diposting oleh Pada Sabtu, Oktober 19, 2019 | No comments

Ilustrasi
Makassar, Pilarindonesia.com - Yudith Dwi Wiken, seorang dokter muda di Kota Makassar, menjadi korban jasa investasi. Uang sebanyak Rp 150 juta yang telah diinvestasikan tidak jelas keberadaannya.

Menurut Yudith, pada April sampai Mei 2019 lalu, ia bergabung dan menanamkan investasi di PT Kontak Perkasa Futures (KPF) Makassar atas ajakan Hamzah Natasyah Zulkifli, seorang tenaga marketing di perusahaan yang berkantor di gedung Menara Bosowa, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, itu.

"Pada 3 Mei 2019, saya melakukan investasi saham emas sebesar Rp 100 juta. Saya dijanjikan keuntungan hingga Rp 20 juta per bulan," kata Yudith kepada Pilarindonesia.com, Jumat (18/10), malam.

Selang beberapa waktu, Yudith mengaku mengecek saldo yang sudah didesain dalam bentuk sebuah akun, dengan harapan nilai investasi emasnya tersebut telah mengalami penambahan. Namun, bukannya bertambah, justru berkurang dari Rp 100 juta turun menjadi Rp 49 juta.

"Saya mempertanyakan kepada saudara Hamzah Natasyah Zulkifli tentang kondisi itu. Saya disampaikan oleh saudara Hamzah bahwa untuk menyelamatkan investasi saya, maka perlu dilakukan kembali penambahan investasi. Akhirnya, berdasarkan iming-iming tersebut, saya pun menambah lagi dana investasi sebesar Rp 50 juta," ujar Yudith.

Ternyata, keadaan semakin runyam. Langkah tadi tidak membuat kondis investasi Yudith membaik. Malah, nilainya terus menyusut. Anehnya, Hamzah bersama dengan kepala cabang KPF menyuruh Yudith menyuntikkan lagi dana tambahan sebesar Rp 260 juta, dengan iming-iming terbaru, yakni kepala cabang langsung yang akan menangani akun milik Yudith hingga benar-benar pulih dan meraup keuntungan.

"Saya memutuskan untuk tidak mengikuti permintaan saudara Hamzah dan kepala cabang Kontak Perkara Futures, karena tidak ada jaminan keamanan. Perusahaan ini juga tidak memiliki itikad baik dalam mengelola akun saya, serta mengabaikan permintaan saya untuk dipertemukan dengan nasabah lain," terang Yudith.

Kepala Cabang KPF, Taufan, yang berhasil dikonfirmasi, memastikan akan menyelesaikan semua persoalan yang timbul, termasuk komplain dari dokter Yudith.

"Karena di sisi lain, kami sudah menjalankan sesuai prosedur. Untuk risiko yang dialami dalam investasi ini, sama dengan instrumen lain yang bersifat high risk high return. Dan kami tegaskan bahwa KPF bukan pengelola dana, sehingga semua peluang profit maupun risiko yang dialami nasabah murni mekanisme pasar dan keputusan investasi," kata Taufan melalui percakapan aplikasi WhatsApp.

Irfan

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya