Pilar Indonesia
» » LBH Pers Makassar Serahkan Bukti Penganiayaan Jurnalis ke Polda Sulsel

LBH Pers Makassar Serahkan Bukti Penganiayaan Jurnalis ke Polda Sulsel

Diposting oleh Pada Senin, September 30, 2019 | No comments

Makassar, Pilarindonesia.com  - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Makassar menyerahkan barang bukti kasus dugaan penganiayaan tiga pekerja media ke bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Senin (30/9).

Barang bukti yang diserahkan berupa dua buah video rekaman, tiga lembar pakaian korban, sembilan lembar hard copy foto, satu soft copy kepingan DVD, dan riwayat perawatan korban dari Rumah Sakit Awal Bros.

"Intinya, hari ini tahapan laporan kita lakukan, baik pidana dan etik di Propam. Untuk perkembangannya, masih proses," kata Direktur LBH Pers Makassar, Fajriani Langgeng.

Kadir Wokanubun, pengacara yang tergabung dalam tim itu, menyebut ada dua pasal yang dikenakan, yakni Pasal 170 dan Pasal 351.

"Yang kedua, kita ke Propam karena yang terlibat ini adalah aparat. Olehnya itu, Propam harus memeriksa anggotanya yang melakukan tindakan pemukulan dan pengeroyokan," ujarnya.

Kadir menjelaskan, ketiga korban, yakni Muhammad Darwin Fatir, jurnalis LKBN Antara Makassar, Saiful (Inikata.com) dan Isak Pasabuan (Makassartoday.com), mengalami tindakan penganiayaan yang diduga kuat dilakukan oknum aparat kepolisian saat terjadi unjuk rasa mahasiswa berujung kerusuhan di sekitar DPRD Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Selasa (24/9), pekan lalu.

"Luka-luka lebam itu merupakan tindak pidana. Padahal, teman-teman dalam menjalankan tugas liputan selaku jurnalis dengan atribut lengkap," jelasnya.

"Kami menagih komitmen kepolisian perihal perlindungan jurnalis ketika meliput di lapangan, karena ini kan bukan insiden pertama. Nah, itu jadi bukti polisi tidak pernah memberikan rasa aman bagi jurnalis ketika melaksanakan kerja-kerja Jurnalistik," Kadir menambahkan.

Selain tuntutan pidana, LBH Pers juga meminta Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mas Guntur Laupe untuk mengambil tindakan tegas dari segi etik kepolisian.

Irfan
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya