Pilar Indonesia
» » FUIB Sulawesi Selatan Tolak Perayaan Hari Asyura Penganut Syiah

FUIB Sulawesi Selatan Tolak Perayaan Hari Asyura Penganut Syiah

Diposting oleh Pada Senin, September 09, 2019 | No comments

Ketua FUIB Sulsel, Mukhtar Dg Lau (tengah)
Makassar, Pilarindonesia.com - Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan yang menaungi puluhan ormas Islam, menyatakan menolak perayaan Asyura yang sering dilakukan penganut ajaran Syiah pada setiap 10 Muharram, yang bertepatan Selasa, 10 September 2019 besok.

"Kami menolak keras perayaan ritual Asyura kaum Syiah, karena Syiah bukan bagian dari Islam," kata Ketua FUIB Sulsel, Mukhtar Daeng Lau, Senin (9/9).

Syiah dianggap sebagai sebuah ajaran menyimpang setelah keluarnya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) beberapa tahun silam.

Setiap 10 Muharram, jamaah Syiah, terutama yang berpusat di Iran, dan diikuti penganut lainnya di sejumlah negara, termasuk di Indonesia, selalu memperingati momentum itu sebagai hari berkabung. Mereka meyakini hari itu adalah hari pembunuhan salah satu cucu Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi Wassalam, yakni Husein bin Ali bin Abi Thalib, di Padang Karbala.

Lain halnya dengan kaum Muslimin pada umumnya, yang selalu melaksanakan puasa Asyura di setiap 10 Muharram, sebagaimana Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi Wassalam yang rutin melakukan semasa hidupnya, dan keutamaan puasa Asyura, yakni menghapus dosa setahun yang lalu.

Achmad








Baca Juga Artikel Terkait Lainnya