Pilar Indonesia
» » BMI Pasang Badan Bela Pemkot Makassar Soal Surat Edaran Pelarangan Syiah

BMI Pasang Badan Bela Pemkot Makassar Soal Surat Edaran Pelarangan Syiah

Diposting oleh Pada Minggu, September 15, 2019 | No comments

Ketua BMI Sulsel, Muhammad Zulkifli. Dok. Pilarindonesia.com
Makassar, Pilarindonesia.com – Brigade Muslim Indonesia (BMI) menyatakan diri akan pasang badan membela Pemerintah Kota Makassar perihal surat edaran tentang bahaya ajaran Syiah yang dikeluarkan beberapa hari yang lalu.

Ketua BMI Sulawesi Selatan, Muhammad Zulkifli, menilai kebijakan Pemkot Makassar mengeluarkan surat edaran tersebut sudah tepat dan semestinya tidak perlu dipersoalkan.

“Pemkot Makassar melarang Syiah mengadakan acara pada 10 Muharram kemarin, karena beracuan pada fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang Kesesatan Paham Syiah,” ujarnya, Ahad (15/9).

Selain itu, Zulkifli juga menyebut, keputusan tetap Mahkamah Agung yang tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 1787 K/Pid/2012, yang telah memutuskan bahwa ajaran Syiah menyimpang dari agama Islam.

“Itu sudah sangat jelas dan cukup untuk menjadi alasan Pemkot Makassar, sehingga mengeluarkan surat edaran,” tegasnya.

Zulkifli juga mengecam pernyataan Nuruzzaman selaku komandan Densus 99, yang merupakan pasukan khusus Banser, Nahdlatul Ulama (NU), yang di dalam akun Twitter-nya, menuding pejabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, seorang pengikut kelompok Salafi dan beraliran Wahabi.

Dia menyatakan akan mengklarifikasi hal tersebut ke Gerakan Pemuda Anshor Makassar.

“Jika bahasa komandan Densus 99 ini benar menuduh Pj Wali Kota Makassar Wahabi dan Salafi karena mungkin didasari pandangan bahwa Wahabi dan Salafi adalah radikal, dia harus meminta maaf kepada Pj Wali Kota Makassar, karena bahasa itu sama saja menampar seluruh warga Kota Makassar. Jika tidak, insya Allah, kami akan buat laporan pidananya,” tegas Zulkifli.

Achmad

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya