Pilar Indonesia
» » ACT Turunkan Tim dan Bantuan ke Wamena

ACT Turunkan Tim dan Bantuan ke Wamena

Diposting oleh Pada Minggu, September 29, 2019 | No comments

Papua, Pilarindonesia.com – Tragedi kemanusiaan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, membuat warga mengungsi untuk menyelamatkan diri. 

Berdasarkan data terbaru yang diperoleh tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), pengungsi masih terus berdatangan ke Yonif 751 Sentani, Kabupaten Jayapura, hingga Ahad hari ini (29/9). 

Data terakhir dari Humanity Data Center (HDC) ACT menunjukkan bahwa 33 orang meninggal dunia, 77 orang terluka, 10.000 orang melarikan diri, ratusan rumah, kendaraan dan ruko terbakar dan belasan perkantoran rusak berat. 

Direktur Social Network Corporation - ACT, Wahyu Novyan, mengatakan pendataan jumlah pengungsi masih terus dilakukan hingga saat ini.

"Sebagian ada yang sudah pergi meninggalkan pengungsian, pulang ke kampung halaman, atau tinggal di tempat kerabat. Sedangkan, sebagian lagi masih ada yang bertahan di pengungsian Yonif 751, mereka mencari tempat aman. Di Yonif 751 sendiri bisa menampung pengungsi sekitar 200 orang,” jelasnya.

Tim ACT telah tiba di Sentani sejak Ahad, dini hari. ACT membawa sejumlah tim dokter untuk memantau kesehatan pengungsi. 

Ahyudin selaku Ketua Dewan Pembina ACTmengatakan pemberangkatan Tim Medis ACT adalah bagian penanganan tanggap darurat untuk warga terdampak krisis kemanusiaan. 

Di fase tanggap darurat, risiko yang bersifat psikis seringkali luput dari perhatian. Hal ini mengingat  mengatasi guncangan psikologis yang dialami jauh lebih rumit daripada mengatasi risiko bersifat materi.

“Mengatasi risiko-risiko bersifat psikis ini, jauh lebih berat, lebih kompleks, dan berdimensi jangka panjang. ACT sebagai sebuah lembaga kemanusiaan yang tentu, alhamdulillah dengan pengalaman panjang empat belas tahun berkiprah di dunia kemanusiaan, kami harus punya andil lebih dari sekadar andil yang biasa kami lakukan,” ujar Ahyudin.

Dua dokter dan satu orang perawat diberangkatkan dari Kantor Pusat Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Menara 165, Jakarta Selatan, menuju Kota Jayapura, Provinsi Papua pada Sabtu (28/9) malam. Tenaga medis tersebut akan melayani masyarakat  terdampak konflik sosial di Papua.

Koordinator Tim Medis ACT, Dr. Rizal Alimin, mengatakan bantuan medis akan menjangkau warga Wamena yang mengungsi di Kota Jayapura. Bantuan berupa pelayanan kesehatan dan pendampingan psikis akan diberikan kepada para pengungsi.

“Kita berikan pendampingan kesehatan dan pendampingan psikis kepada mereka agar tetap kuat. Saya berharap ini bisa cepat selesai karena kasihan para pengungsi jika terlalu lama mengalami kondisi itu. Mudah-mudahan ini bisa segera teratasi, ” kata dr. Rizal.

Melihat kondisi pengungsi yang begitu banyak, dr. Rizal mengatakan timnya berupaya memberikan layanan kesehatan hingga kondisi pengungsi membaik. Pemberangkatan tim medis ini baru menjadi tahap awal dari aksi yang akan mereka lakukan. Tim medis ACT juga akan melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan setempat guna melancarkan pemberian bantuan medis di sana.

Tak hanya bantuan medis, ACT juga akan mendistribusikan pangan serta mendirikan dapur umum untuk ketersediaan makanan siap santap. 

"ACT juga telah membuka posko kemanusiaan di Jalan Raya Kemiri nomor 157 Sentani, Hinekombe, Papua. 

Posko kemanusiaan ini menjadi tempat untuk menyediakan ketersediaan pangan kepada para pengungsi,” tambah Wahyu, Direktur SDP ACT.

Dari hasil assesment tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) ACT Papua, Arif Novianto, mengatakan para pengungsi membutuhkan bantuan mendesak berupa kebutuhan perempuan, kebutuhan bayi, pakaian layak pakai, serta makanan. Tidak hanya akan membantu memenuhi kebutuhan di sana, MRI-ACT berencana akan membantu para pengungsi yang hendak mengungsi dari Papua. 

Hingga saat ini, ACT mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memahami konflik ini dengan lebih serius. Gerakan solidaritas ini sebagai bentuk kepedulian dengan mengedepankan semangat persatuan, persaudaraan, perdamaian dan kedermawanan. Panggilan kemanusiaan ini hadir untuk Sahabat Dermawan melalui BNI Syariah 6600003314.

"Satu orang tumpah darahnya, di sisi Yang Maha Kuasa itu seolah-olah tumpah seluruh darah manusia. Apalagi yang tumpah ini puluhan darah manusia. Jadi, ini sebuah urusan yang sangat besar. Kita sebagai elemen bangsa, sebagai umat beragama juga, jangan pernah mengabaikan kehilangan satu jiwa,” pungkas Ahyudin, Ketua Dewan Pembina ACT. 

Irfan 
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya