Pilar Indonesia
» » Pasca Penutupan Kios Jajanan Babi di Mal Phinisi Point, BMI "Warning" PHRI Sulsel

Pasca Penutupan Kios Jajanan Babi di Mal Phinisi Point, BMI "Warning" PHRI Sulsel

Diposting oleh Pada Kamis, Agustus 01, 2019 | No comments

Makassar, Pilarindonesia.com - Ketua Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan, Muhammad Zulkifli, mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga, perihal keberadaan kios jajanan berbahan babi di Phinisi Point Mal, Jalan Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar.

"Kami meminta kepada Anggiat Sinaga agar bisa menghentikan penjualan itu di mal, karena rata-rata pengunjung di sana kan kebanyakan Muslim," ujarnya, Kamis (1/8).

Menurut Zulkifli, Anggiat Sinaga merespons positif dan mengajak bertemu untuk membicarakan persoalan itu.

Sebelumnya, BMI Sulsel melakukan investigasi langsung dan telah memastikan bahwa salah satu kios penjualan jajanan di pusat perbelanjaan itu menjajakan makanan berbahan babi.

Tak lama setelahnya, media ramai memberitakan. Aparat dari kepolisian pun turun mengecek dan mengkoordinasikannya dengan pemilik.

Juga para pendakwah yang tergabung di Aliansi Jaga Moral Makassar, seperti da'i kondang Ustaz Das'ad Latief, Ustaz Fahrrurazi Anshar, Ustaz Muhammad Ikhwan Jalil serta Ustaz Mukhtar Daeng Lau, mendatangi langsung kios itu dan memberikan pemahaman kepada pengelola, hingga kios tersebut sampai sekarang tidak beroperasi.

Zulkifli mengancam akan melakukan aksi apabila kios tersebut masih berjualan.

"Bisa saja mereka berjualan kembali tetapi mungkin ada lokasi khusus dengan mempertimbangkan etika, karena bagaimana pun sebagaimana kita ketahui bersama Kota Makassar ini dihuni rata-rata penganut agama Islam," terangnya.

Irfan
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya