Pilar Indonesia
» » Ulama Aceh Tolak dan Haramkan Game Online PUBG

Ulama Aceh Tolak dan Haramkan Game Online PUBG

Diposting oleh Pada Senin, Juli 22, 2019 | No comments

Game online PUBG
Aceh, Pilarindonesia.com - Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh menyikapi maraknya permainan game online Player Unknown's Battlegrounds (PUBG) dan sejenisnya melalui telepon seluler, penyedia game station, warung internet (warnet), komputer atau laptop dan media elektronik.

Terkhusus di Aceh, MIUMI menganggap dampaknya terhadap individu, keluarga dan masyarakat, cukup menimbulkan keresahan.

"Menolak segala macam game, baik online maupun bukan online, khususnya game online PUBG dan sejenisnya yang mengandung kekerasan dan kebrutalan serta penodaan terhadap simbol-simbol Islam, khususnya di Aceh sebagai daerah (penerapan) syariat Islam," kata Ketua MIUMI Aceh, Dr Tengku Muhammad Yusran Hadi, Lc MA., melalui rilisnya.

Menurutnya, game tersebut memberikan dampak negatif dan mudharat terhadap kehidupan individu, keluarga, masyarakat serta bangsa. Juga bertentangan dengan syariat Islam, karena mengandung pornografi, kekerasan, kebrutalan serta berbagai mudharat lainnya.

Tengku Muhammad menjelaskan, game PUBG dan sejenisnya mengandung kekerasan dan kebrutalan dengan mengajarkan cara memukul dan membunuh lawan, sehingga pemain game bisa mencontoh dan mempraktekkannya di alam nyata.

"Inilah penyebab utama kenakalan anak, remaja dan (pengaruh) kriminalitas. Kami sangat menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan membiarkan game PUBG dan sejenisnya berkembang di Indonesia, mengingat selama ini dan sampai hari ini tidak ada larangan dari pemerintah. Padahal, dampak negatif dan bahaya yang ditimbulkan oleh game ini begitu jelas dan nyata, khususnya merusak sikap, pola pikir dan moral generasi bangsa," tuturnya.

Tengku Muhammad mengatakan, game PUBG mengandung banyak mudharat, di antaranya tentang kecanduan yang dapat berakibat pada gangguan psikologi, seperti cepat emosi, agresif, gelisah, menyendiri dan lainnya.

"Mengingat mudharat-nya, maka permainan game PUBG dan sejenisnya haram berdasarkan Alqur'an, As-Sunnah, ijma', qiyas dan maqashid syari'ah. Alquran dan As-Sunnah mengharamkan segala kemudharatan, baik terhadap kehidupan pribadi seseorang maupun orang lain. Maka kita mendapatkan semua perbuatan dan perkataan yang diharamkan dalam Alquran dan As-Sunnah itu karena mengandung mudharat. Inilah maqashid syari'ah (maksud dan tujuan syariat Islam) dalam mengharamkan sesuatu, yaitu untuk mendatangkan kemaslahatan dan menolak kemudharatan bagi manusia. Oleh karena itu, para ulama bersepakat (ijma) bahwa segala bentuk kemudharatan itu haram hukumnya," terangnya.

Tengku Muhammad juga menyampaikan apresiasi dan mendukung fatwa MPU Aceh Nomor 3 Tahun 2019 tentang Haramnya Game PUBG.

"Fatwa ini perlu didukung dan disosialisasikan oleh semua pihak kepada masyarakat dan semua instansi. Semoga bisa diikuti oleh MUI provinsi lainnya di Indonesia. Kita juga berharap kepada MPU Aceh agar segera mengeluarkan fatwa haramnya narkoba dan rokok, karena mudharat keduanya sama seperti mudharat game online PUBG dan sejenisnya bahkan lebih besar, demi menyelamatkan moral dan kesehatan generasi bangsa. Narkoba dan rokok merusak moral dan menghancurkan generasi bangsa sebagaimana game online PUBG dan sejenisnya," jelas doktor bidang Fiqh dan Ushul Fiqh pada International Islamic University Malaysia (IIUM), dan Dosen Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Ar-Raniry, itu.

Baca juga

Pasca Pasca Gempa Halmahera Selatan, Warga Kekurangan Stok Makanan dan Air Bersih    

Gerakan Peduli Generasi Indonesia Samarinda Tolak Rancangan UU Penghapusan Kekerasan Seksual

Madani Islamic Forum Bahas Kedudukan Filsafat dalam Islam 

Irfan
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya