Pilar Indonesia
» » KOKAM Muhammadiyah Makassar Cabut Spanduk PRD di Fly Over

KOKAM Muhammadiyah Makassar Cabut Spanduk PRD di Fly Over

Diposting oleh Pada Senin, Juli 22, 2019 | No comments

Spanduk PRD yang sempat terpasang di Jembatan Layang,
Jalan Urip Sumohardjo, Kota Makassar, sebelum diturunkan KOKAM Muhammadiyah Makassar, Ahad (21/7), malam tadi. Foto: Istimewa 
Makassar, Pilarindonesia.com - Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (KOKAM) Muhammadiyah menurunkan spanduk Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang terpasang di jembatan layang (Fly Over), Jalan Urip Sumohardjo, Kota Makassar, Ahad (21/7), malam tadi.

Komandan KOKAM Muhammadiyah Makassar, Abdul Samad, mengaku yang mencabut langsung spanduk itu.

Dia menegaskan bahwa segala hal yang berbau paham komunisme di Indonesia, patut dilenyapkan.

"KOKAM Muhammadiyah memang dibentuk untuk melawan PKI, sehingga apapun bentuknya, kami akan terus melawan dan tidak akan pernah memberikan ruang kepada paham komunis," ujarnya kepada, Senin (22/7).

Kabarnya, PRD hari ini berusia 23 tahun. Sebuah video dan gambar memperlihatkan jejeran bendera PRD,  yang diambil di sebuah sudut di Ibu Kota Jakarta.

PRD dikaitkan dengan komunisme atau Partai Komunis Indonesia.

Namun, Ketua Umum PRD Agus Jabo Priyono, mengatakan bahwa partai yang dipimpinnya mengusung asas Pancasila dan sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan ideologi komunisme ataupun Partai Komunis Indonesia (PKI).


"Kami adalah partai yang berasaskan Pancasila," kata Jabo, dilansir dari  CNNIndonesia.com.

Menurut Jabo, tudingan itu karena orang tidak tahu perkembangan PRD sebagai partai politik.

PRD pernah dicap sebagai partai terlarang pada masa Orde Baru.

Status partai terlarang itu dikukuhkan lewat Peraturan Menteri Dalam Negeri pada 1997 silam. .

Pada Pemilu 1999 PRD hanya meraih 0,07 persen suara. Sejak saat itu, kiprah PRD di kancah politik nasional perlahan memudar. PRD tak pernah lagi mengikuti pemilu nasional.

Editor : Irfan





Baca Juga Artikel Terkait Lainnya