Pilar Indonesia
» » Lepas Kasus Pengancaman Senpi, Giliran Club Perbakin Polisikan Bang Hasan

Lepas Kasus Pengancaman Senpi, Giliran Club Perbakin Polisikan Bang Hasan

Diposting oleh Pada Selasa, Juni 04, 2019 | No comments

Ryan Latief memasukkan laporan di Polres Pelabuhan
Makassar, Pilarindonesia.com - Ketua Club Perbakin Makassar Shooting and Hunting, Ryan Latief, melaporkan owner Makassar Trade Centre (MTC), Hasan Basri alias Bang Hasan ke kepolisian terkait dugaan penyalahgunaan senjata api (Senpi).

"Tadi siang sudah masukkan laporan di Polda  Sulsel tembusan Mabes Polri dan Propam. Malam ini di Polres Pelabuhan Makassar," ujarnya melalui rilis, Senin (3/6), malam tadi.

Ryan, yang juga dikenal sebagai Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sulsel, mempersoalkan tindakan Bang Hasan yang diduga menyalahgunakan kepemilikan senpi dengan seenaknya menodongkannya kepada warga sebagai bentuk dugaan pengancaman.

Dia menjelaskan, ketentuan yang memperbolehkan masyarakat sipil memiliki senjata api berdasarkan Keputusan Polri Nomor 82/II 2004 untuk kepentingan membela diri.

Adapun syarat kepemilikan senjata api, yakni memiliki kemampuan atau keterampilan menembak minimal klas III yang dibuktikan dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh institusi pelatihan menembak yang sudah mendapat izin dari Polri, memiliki keterampilan dalam merawat, menyimpan, dan mengamankannya sehingga terhindar dari penyalahgunaan serta memenuhi persyaratan berupa kondisi psikologis dan syarat medis.

"Kemudian, sesuai aturan Kapolri (terbaru) bahwa kepemilikan senjata api tidak diperbolehkan lagi setelah keluarnya surat edaran yang menyebut semua surat izin senjata api tidak boleh diperpanjang lagi memasuki tahun politik 2019. Pertanyaannya, kenapa Bang Hasan dibolehkan memegang senjata api?" kata Ryan.

Bukti penerimaan laporan di Polda Sulsel
Sebelumnya, Bang Hasan sempat berurusan dengan polisi lantaran melakukan pengancaman menggunakan senpi kepada Hendrik Alif, seorang pengusaha di Makassar. Meski sempat menjadi tersangka dan ditahan, namun belakangan Bang Hasan dinyatakan bebas karena korban bersedia mencabut laporannya sehingga dinyatakan berakhir damai.

Ryan menegaskan, meski korban mencabut laporannya, akan tetapi kasus tersebut harus tetap jalan karena terkait masalah izin kepemilikan dan dugaan penyalahgunaan senjata api.

"Mantan Danjen Kopasus saja ditahan atas tuduhan kepemilikan senjata secara ilegal, kenapa Bang Hasan tidak. Pertanyaan saya, di mana keadilan hukum" tegas Ryan.

Aktivis Brigade Pemburu Penista Agama (BPPA) Makassar Muhammad Zulkifli, yang mendampingi Ryan memasukkan laporan di Polres Pelabuhan Makassar, mengatakan bahwa kepolisian harus tetap melanjutkan kasus Bang Hasan.

"Kasus ini harus tetap jalan, dan Bang Hasan ini harus dikenakan Undang-Undang Darurat. Ini demi efek jera. Kalau perlu, Bang Hasan harus ditahan kembali," tutur Zulkifli.

Irfan
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya