Pilar Indonesia

BMI Sulsel Polisikan LAPAR dan Komunitas Gusdurian Makassar

Ketua BMI Sulsel, Muh. Zulkifli (kanan).

Makassar, Pilarindonesia.com – Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan melaporkan Lembaga Advokasi dan Pendidikan Anak Rakyat (LAPAR) Sulsel dan komunitas Gusdurian Makassar ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kamis (19/9).

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui akun media sosial Instagram.

“Hari ini, kami secara resmi telah memasukkan laporan kepolisian dugaan pelanggaran berkaitan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” kata Ketua BMI Sulsel, Muhammad Zulkifli, melalui rilisnya.

Zulkifli datang ke Polda Sulsel didampingi Ariyadi selaku sekretaris BMI Sulsel dengan membawa bukti salinan postingan di akun Instagram @laparkomunitas LAPAR SULSEL, dan laporan itu diterima langsung Brigadir Satu (Briptu) Akbar, SH MH.

Bukti laporan BMI Sulsel ke Polda
Menurut Zulkifli, sebelum memasukkan laporan, pihaknya terlebih dahulu telah melayangkan somasi kepada Ketua LAPAR Sulsel dan Gusdurian Makassar, setelah mereka memposting kalimat yang terkesan memojokkan dan memfitnah BMI.

 “Kami sempat meminta agar mereka meminta maaf dengan postingan itu, tetapi karena itu tidak dilakukan, makanya kami polisikan kedua lembaga itu. Tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan penyidik nantinya jika ada indikasi keterlibatan lembaga lain,” terang Zulkifli.

Achmad

Petugas Dinas Pemadam Berjibaku Padamkan Api di TPA Antang, Ada yang Sampai Tertusuk Pecah Beling

Suasana TPA Antang, Selasa (17/9).
Makassar, Pilarindonesia.com - Selama tiga hari terakhir, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar dibantu relawan dan warga, terus berupaya memadamkan kobaran api di tempat pembuangan akhir (TPA) sampang Antang, Kecamatan Manggala.

Yang cukup menyulitkan petugas memadamkan api, yakni tumpukan sampah yang sudah mengandung gas, sehingga kala petugas menyemprotnya, bukannya api padam, malam semakin membesar.

"Malah api menyala di atas air di sebuah kubangan sampah," kata Abdul Samad, salah seorang petugas.

Namun, ada kabar baik dari Samad, pada siang tadi, sejumlah titik kobaran api sudah berhasil dipadamkan, tinggal menyisahkan asap, dan asap itulah yang kembali diusahakan oleh petugas agar hilang dan tidak menyebar kembali ke permukiman warga.

"Sehingga, kami juga sangat membutuhkan bantuan dari warga untuk menyiapkan nasi bungkus bagi petugas yang berjumlah sekitar 50-an petugas di lapangan untuk kebutuhan santap siang dan malam," ujar Samad, yang saat bertugas kakinya terluka karena terkena serpihan pecah beling.

Sejak Subuh sampai siang tadi, Selasa (17/9), kabut asap masih sempat menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Makassar, terutama di Kecamatan Manggala dan sekitarnya.

Sejumlah relawan di Jalan Tamangapa, Antang, turun membagikan masker penutup hidung dan mulut kepada pengguna jalanan.

Baca juga:

Kabut Asap Sempat Tutupi sebagian Wilayah Makassar dan Gowa, Kampus STIBA Liburkan Mahasiswa

Sebelum Dilantik jadi Legislator Sulsel, Muzayyin Arif Temui Ketua MUI dan Para Tokoh Ini  

LBH Muslim: Pemkot Makassar Tak Intoleran, Justru Menjalankan Fungsi sebagai Pengayom

Achmad 


Sebelum Dilantik jadi Legislator Sulsel, Muzayyin Arif Temui Ketua MUI dan Para Tokoh Ini

Muzayyin Arif bersama KH Sanusi Baco
Makassar, Pilarindonesia.com – Sebelum dilantik pada 24 September 2019 mendatang, anggota DPRD Sulsel terpilih periode 2019-2023, Muzayyin Arif, melakukan silaturrahim ke sejumlah tokoh agama dan pimpinan ormas Islam dalam beberapa hari terakhir.

Peraih suara terbanyak di PKS itu mengawali sulaturrahimnya ke Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, Anregurutta Kyai H Sanusi Baso. 

Kemudian, ke Ketua Muhammadiyah Sulsel, Prof H Ambo Asse; Ketua BKPRMI Sulsel, Ustaz Hasid Hasan Palogai. Terakhir pada Ahad kemarin, Muzayyin menemui petinggi Wahdah Islamiyah Ustaz Muhammad Ikhwan Jalil dan Direktur STIBA Makassar, Ustaz Ahmad Hanafi.

Dari Kyai Sanusi Baco, Muzayyin mengaku memperoleh nasihat tentang pentingnya tanggungjawab sosial sebagai ummat, kepemimpinan, pemuda dan generasi pelanjut, termasuk perjuangan di ranah politik.

“Begitu juga pimpinan Muhammadiyah Sulsel, beliau menasihatkan agar jadi anggota Dewan yang terus berkhidmat untuk ummat,” ujarnya.

Adapun di Kampus STIBA, Ustaz Ikhwan Jalil dan Ustaz Hanafi menitip pesan agar terus berdakwah.

Muzayyin mengatakan, tujuannya menemui para tokoh itu sebagai wujud syukur sekaligus meminta nasihat layaknya seorang anak kepada orang tuanya.

“Nasihat dan wejangan dari tokoh dan ulama sangat saya harapkan untuk bisa menjadi pegangan saya selama duduk di kantor DPRD nanti,” ujarnya.

Selain itu, Muzayyin menyampaikan, pertemuan itu juga membicarakan tentang pentingnya persatuan ummat yang kuat di Sulsel dan upaya menjaga eksistensi NKRI.

Achmad

Kabut Asap Sempat Tutupi sebagian Wilayah Makassar dan Gowa, Kampus STIBA Liburkan Mahasiswa

Tampak kabut asap di perbatasan Kabupaten Gowa-Makassar
Makassar, Pilarindonesia.com – Asap tebal yang bersumber dari tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, sempat membuat kabut di sejumlah wilayah sejak pagi hingga siang tadi, Senin (16/9).

Sebagian wilayah di Kabupaten Gowa, terutama di Jalan Tun Abd Razak sampai ke Jalan HM Yasin Limpo, juga tertutupi kabut asap.

Kondisi itu membuat aktivitas warga terganggu, terutama yang bermukim di wilayah Kecamatan Manggala. 

Bahkan, beberapa institusi pendidikan di kawaasan itu terpaksa meliburkan proses akademik, seperti Kampus STIBA, yang terletak di Jalan Inspeksi PAM, Antang.  

Kabut asap itu berangsur menghilang pada siang hari menjelang shalat Dluhur setelah angin berembus.

Asap berasal dari kebakaran besar yang terjadi di TPA Antang sejak Ahad kemarin, dan sampai Senin malam ini, petugas masih terus memadamkan api dengan kendaraan penyemprot dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar.

Menurut Abdul Samad, salah seorang petugas kebakaran, yang membuat pihaknya sulit memadamkan kobaran api, karena tumpukan sampah telah menjadi gas etanol.

“Jadi, susah kalau hanya mengandalkan air dari pemadam kebakaran. Tadi malam, ada satu kubangan air sudah penuh air, tetapi api tetap menyala di atas air, itu karena pengaruh gas,” terangnya.

Sejak kebakaran di TPA Antang tersebut, marak imbauan kepada warga untuk mengenakan masker penutup mulut dan hidung, karena dikhawatirkan zat kimia beracun yang bercampur dengan kabut asap itu yang dapat membahayakan kesehatan.

Achmad

LBH Muslim: Pemkot Makassar Tak Intoleran, Justru Menjalankan Fungsi sebagai Pengayom

Direktur LBH Muslim Makassar, Abdullah Mahir.
Makassar, Pilarindonesia.com - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muslim menganggap langkah Pemerintah Kota Makassar mengeluarkan surat edaran tentang bahaya paham Syiah di momentum Asyura atau 10 Muharram kemarin, sudah tepat.

"Pj Wali Kota Makassar telah menjalankan fungsinya sebagai pengayom masyarakat," kata Direktur LBH Muslim Makassar, Abdullah Mahir, Ahad (15/9).

Dia menjelaskan, pelarangan kegiatan ritual Asyura ala penganut paham Syiah sudah sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Abdullah menyebut, Pemkot Makassar sebagai pengayom masyarakat telah menjalankan fungsinya dengan benar, karena kegiatan itu bertentangan dengan aqidah yang rata-rata dipahami ummat Islam.

"Dari segi keamanan, acara tersebut bisa memancing kericuhan, karena ada kelompok warga yang akan melakukan aksi jika acara peringatan Asyura diadakan di Kota Makassar, dan hal ini pernah terjadi. Oleh karena itu, kebijakan PJ Wali Kota Makassar sudah tepat, dan salah besar jika dikatakan PJ Walikota intoleran," tegasnya.

Berita terkait:

BMI Pasang Badan Bela Pemkot Makassar Soal Surat Edaran Pelarangan Syiah

FUIB Sulawesi Selatan Tolak Perayaan Hari Asyura Penganut Syiah

Santri Kyai Hasan Basri Ramaikan Pawai Muharram FUIB Sulsel

Achmad
Index »