Pilar Indonesia | Melestarikan Kebhinekaan

MUI Terima Kunjungan Partai Demokrat, Bahas Keumatan dan Kebangsaan

AHY bersilaturrahmi ke MUI
Jakarta, Pilarindonesia.com — Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY bersama rombongannya bersilaturahim  ke Kantor Majelis Ulama Indonesia di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.

AHY beserta rombongan datang dengan berjalan kaki. Maklum, selain satu arah, jarak antara MUI dengan Kantor DPP Partai Demokrat tidak sampai 300 meter.

Kedatangan AHY bersama rombongan Partai Demokrat itu diterima pimpinan harian yaitu Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi dan Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi KH Abdullah Jaidi, Ketua MUI Bidang Seni Budaya KH Sodikun, Ketua MUI Bidang Perempuan dan Keluarga, Prof Amany Lubis.

Hadir pula mendamping Wakil Sekjen MUI Bidang Ukhuwah Islamiyah KH Muhammad Zaitun Rasmin, Wakil Sekjen MUI Bidang Hukum KH Rofiqul Umam Ahmad, serta Wakil Sekjen MUI Bidang Kerukunan Antar Umat Beragama Buya Nadjamuddin Ramly, dan Wakil Sekjen MUI Bidang Fatwa, KH Sholahudin Ayyub.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Umum MUI, KH Muhyiddin Junaidi, menyampaikan terimakasih dan mengapresiasi sikap Partai Demokrat terhadap RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

“Yang menolak RUU HIP ada 200 Ormas lebih, kami berterimakasih dan mengapresiasi sikap Partai Demokrat, semoga ke depan mnejadi lebih bagus, mudah-mudahan banyak hal yang bisa dikerjasamakan dengan Partai Demokrat,” katanya di Jakarta, Selasa (14/7).  

Dengan pertemuan seperti ini, dia berhadap kesaturan dan persatuan RI tertap terjaga, begitupula dengan Pancasila.  

“Semoga kesatuan dan persatuan RI tetap terjaga dan semoga konsensus nasional kita, pancasila, tetap menjadi rujukan berfalsafah, berbangsa, dan bernegara,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, AHY menegaskan bahwa dirinya dan partainya siap menyuarakan perjuangan MUI.

“Kami siap untuk menyuarakan apa yang menjadi kebijakan ataupun maklumat MUI sebagai bentuk perjuangan bagi masyarakat melalui parlemen,” katanya.

Dia menjelaskan, partainya mempunyai 54 orang anggota DPR RI, juga punya ribuan anggota DPRD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. “Insya Allah kami bisa juga menyuarakan apa yang digemakan MUI,” ujar dia.

Sebagai perwujudan ucapannya ini, dia mencontohkan, sejak awal pembahasan RUU HIP, Partai Demokrat secara tegas langsung menolak. Menurut mereka, RUU HIP ini selain tidak relevan dengan kondisi sekarang, justru malah mundur ke belakang.

Dia menyatakan, ketika di saat-saat Covid-19 yang menentukan ini, dimana kebersamaan dan persatuan diuji sebagai bangsa, kemudian dihadirkan permasalahan baru yang tidak perlu, kemudian dipertentangkan antara satu ideologi dengan ideologi yang lain, kemudian pancasila seolah-olah di-downgrade.

“Padahal itu adalah titik temu atau kompromi bangsa atas kemajemukan yang ada di negara kita, sejak berdirinya republik ini,” katanya.

Karena itu, dia mengatakan, partai yang berjargon nasionalis religius ini tegas menolak dan merasa sangat bersyukur karena memiliki kesamaan cara pandang dengan MUI maupun ormas Islam lain.

“Mudah-mudahan semangat seperti ini bisa kita lanjutkan, artinya memang bila kita harus bersama, memperjuangkan isu tertentu, kita lakukan dengan sekuat tenaga,” ujar dia.

Laporan: Arief D Hasibuan
>

Banjir Bandang di Masamba, Tim Garuda Bergerak ke Lokasi Bencana

Makassar, Pilarindonesia.com - Tim kemanusiaan Garda Pembela Ummat dan Bangsa (Garuda) telah bertolak dari ke Masamba, Kabupaten Luwu Utara, lokasi terjadinya banjir bandang.

Sebelumnya, Garuda telah berkoordinasi dengan tim gabungan Garuda Luwu Timur, pemerintah Desa Laro, Lambara Harapan dan Lazis Wahdah Islamiyah Luwu Timur (Lutim).

Selain membawa personel, kendaraan jenis truk yang ikut serta mengangkut sejumlah bantuan untuk pra korban, seperti beras, pakaian layak pakai, air kemasan, makanan instan dan roti.

Total 7 kendaraan, terdiri dari lima kendaraan pribadi, satu unit truk dan satu unit mobil pikap. Tim dikoordinasi langsung Komandan Daerah Garuda Lutim, Kamaruddin, SPdI.

Achmad
>

Anggota DPRD Makassar Tersangka karena Jamin Jenazah COVID-19 Diambil Keluarga

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo.
Makassar, Pilarindonesia.com - Penyidik Polrestabes Makassar  menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus pembawa jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar belum lama ini.

Dua orang tersangka tersebut, yakni berinisial AHI atau Andi Hadi Baso Ibrahim, dan seorang lagi yang diisialkan AN.

Kedua tersangka diancam dengan pasal berlapis, yakni Pasal 214, 335, 336 KUHP dan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, penyidik melakukan penetapan tersangka setelah adanya bukti permukaan dan setelah keduanya diperiksa.

"Penetapan tersangka ditetapkan pada hari Jumat 10 Juli 2020 setelah dilaksanakan gelar perkara," ujarnya, Selasa (14/7/2020).

Kombes Ibrahim menyampaikan, saat ini penyidik berfokus merampungkan berkas perkara untuk selanjutnya dilimpahkan ke Kejaksaan.

Kasus tersebut bermula saat tersangka Andi Hadi, yang saat ini masih tercatat sebagai anggota DPRD Kota Makassar, menjadi pihak penjamin jenazah seorang pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19, Chaidir Rasyid,  sehingga keluarga almarhum mengambil pulang jenazah dan memakamkan di pemakaman umum.

Buntut dari pengambil jenazah itu, Pemerintah Kota Makassar melalui Pejabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, juga telah mencopot RSUD Daya, dr Ardin Sani dari jabatannya sebagai direktur umum.

Sebelumnya, Andi Hadi beralasan menjamin jenazah untuk bisa keluar dr RSUD Daya, karena pasien meninggal sekitar pukul 11.00, sedangkan untuk mengetahui hasil Swab, nanti pada malam hari.

Meski demikian, politisi PKS yang juga tergabung di Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Makassar bagian tayamum jenazah itu mengatakan bahwa memang sebelum dikubur telah ada pemberitahuan jika jenazah yang dinyatakan positif terjangkit virus Corona, namun sudah keburu dibawa ke pemakaman Sudiang.

Achmad
>

Masih Pandemi Corona, Makassar Kembali Perketat Perbatasan Mulai Hari ini

Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, berkoordinasi
dengan personel di lapangan, Ahad kemarin.
Makassar, Pilarindonesia.com - Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 36 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid-19 efektif diberlakukan mulai Senin hari ini.

Sebanyak sebelas posko perbatasan serta empat posko penindakan disiapkan untuk mengawal pelaksanaan pembatasan pergerakan antarwilayah, baik akses keluar maupun akses masuk ke Kota Makassar.

Dalam mengawal Perwali ini, sebanyak 7.950 personel gabungan akan bekerja di lapangan dan memastikan seluruh aturan dijalankan oleh seluruh warga Kota Makassar.

Pada saat memimpin rapat persiapan penerapan Perwali 36 di Posko Gugus Tugas Kota Makassar, Pj Wali Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin, menyampaikan bahwa Perwali akan ditegakkan dengan pendekatan persuasif.

Menurutnya, dalam implementasi aturan ini tidak menutup terjadi dinamika di lapangan, sehingga Rudy meminta kepada seluruh personel bekerja dengan pendekatan humanis, serta meminta camat serta lurah untuk mengoptimalkan tokoh-tokoh masyarakat di wilayahnya sebagai edukator.

Dalam rapat tersebut, sejumlah aturan tekhnis yang akan diberlakukan pada di perbatasan kota, termasuk upaya memastikan seluruh warga kota menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah.

“Untuk di perbatasan, warga yang bekerja di Makassar cukup memperlihatkan surat keterangan dari kantor tempatnya bekerja, atau menunjukkan ID card (kartu pengenal) yang dikeluarkan secara resmi ditempatnya bekerja. Namun tetap dilakukan pemeriksaan suhu badan, termasuk randok rapid test. Demikian pula bagi yang hendak keluar dari Kota Makassar, tetap harus menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19. Ini untuk memastikan bahwa yang bersangkutan bukan carrier yang berpotensi membawa virus dan menularkannya di daerah lain," terang Rudy.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan, yang juga merupakan Ketua Satuan Tugas Penegakan Disiplin Gugus Tugas Covid-19 Makassar, Sabri menyampaikan sebanyak 7.950 personel gabungan yang terdiri atas anggota TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Camat Lurah, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya akan bekerja mengawal pelaksanaan Perwali 36 Tahun 2020 itu.

“Kita sudah siapkan patroli wilayah yang akan menyisir setiap wilayah selama tiga kali Sehari. Untuk pos kecamatan dsiapkan tim edukasi, penindakan dan pengawasan, termasuk tim kesehatan yang akan melakukan rapid test ditempat. Intinya, setiap camat harus memastikan seluruh warganya menggunakan masker saat keluar dari rumah. Termasuk juga pasar tradisional dan pasar darurat, rumah makan, mal dan tempat usaha lainnya. Masing-masing pengelolanya yang bertanggungjawab untuk memastikan seluruh pengunjung menggunakan masker," ujar Sabri.

Achmad
>

Innalillahi....Ketua MUI Soppeng Wafat di RS Sayang Rakyat Makassar

Jenazah Drs H Arifuddin Djailani dishalati.
Makassar, Pilarindonesia.comInnalillahi wa inna ilaihi roji'un. Kabar duka menyelimuti Kabupaten Soppeng.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Soppeng, Sulawesi Selatan, Drs H Arifuddin Djailani (73), meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Rakyat, Kota Makassar, Jumat sore (10/7/2020).

Almarhum terkonfirmasi sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona atau Covid-19.

“Tadi sudah dishalati oleh anaknya. Selanjutnya akan dikuburkan di Macanda,” kata Humas RSUD Sayang Rakyat Makassar, Sapril, saat dihubungi.

Berdasarkan data rekam medik yang diperoleh, Arifuddin merupakan pasien rujukan dari RS Siloam Makassar dengan gejala pneumonia dan PDP Covid-19.

Sekretaris MUI Soppeng, DR Musriadi M., mengatakan sudah memperoleh kabar duka mengenai kepergian pimpinannya di lembaga MUI itu.

Pada 20 Juli 2020 lalu, ia mengaku sempat komunikasi lewat sambungan telepon dengan almarhum.

“Beliau sudah batuk-batuk. Saya sempat bercanda tawarkan rapid test,” tutur Musriadi.

Jenazah Ketua MUI Soppeng tersebut dikuburkan di pemakaman khusus jenazah Covid-19 di Pekuburan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Teratai Indah, Macanda, Kabupaten Gowa.

Achmad  

>