Pilar Indonesia

Jelang Dies Natalies FIK UNM, Peserta Pertandingan Olahraga Membeludak

Rapat persiapan Dies Natalies FIK UNM ke-43
Makassar, Pilarindonesia.com - Antusiasme peserta pertandingan dalam rangka Dies Natalis Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Makassar (UNM) cukup tinggi, meskipun kegiatan Dies Natalies tersebut baru pertama kalinya digelar sepanjang sejarah berdirinya fakultas yang terletak di Jalan Wijaya Kusuma Raya, Kampus Banta-banteng itu.

Hal tersebut terungkap dalam repat evaluasi panitia yang dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Dies Natalies FIK UNM, Dr. Abraham Razak, M.Kes., di Ruang Senat FIK UNM, pada Rabu 22 Januari 2020.

Dalam rapat yang dihadiri oleh seluruh penanggungjawab setiap cabang olahraga yang dipertandingkan tersebut, disepakati waktu pelaksanaan dari seluruh pertandingan yang akan digelar nantinya.

“Alhamdulillah, kalau kita melihat dan mendengar pemaparan dan kesiapan di setiap seksi pertandingan secara menyeluruh dari setiap cabang olahraga tersebut, yakni di teknis lapangan, futsal, sepak bola, bola volley dan juga domino, maka kita patut berbahagia oleh karena peserta kita cukup banyak, bahkan boleh dikata membeludak, sehingga hal tersebut perlu kita berikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada teman-teman panitia yang telah bekerja keras untuk kesuksesan rangkaian kegiatan dies tersebut,” ujarnya melalui rilis.

Lebih lanjut, dosen di jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga itu, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-sebesarnya kepada Rektor UNM, Prof. Dr. H. Husain Syam, MTP., yang telah memberikan dukungan secara penuh demi suksesnya kegiatan dies FIK UNM yang ke 43 tahun ini.

"Kami semua sangat bersyukur atas segala arahan, bimbingan dan petunjuk serta dukungan penuh dari bapak Rektor UNM, Prof. Dr. H. Husain Syam, MTP., sehingga kerja-kerja panitia pertandingan sudah menuai hasil dengan tingginya antusiasme peserta,” kata Abraham Razak usai memimpin rapat.

Jadwal pertandingan futsal akan digelar pada 29-30 Januari, sepak bola 28 Januari-1 Februari, teknis lapangan pada 30 Januari-1 Februari dan domino 1 Februari.

Laporan: Dr Wahyudin

Kafe Diduga Jual Alkohol Kadar Tinggi, BMI dan Legislator Makassar Dialog dengan Pengelola Mal Panakukang

Anggota Komisi A DPRD Makassar, Hj Nunung Dasniar
Makassar, Pilarindonesia.com - Ketua Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan, Muhammad Zulkifli bersama dengan anggota Komisi A DPRD Makassar, Hj Nunung Dasniar, mendatangi Vanyard Cafe, di Mal Panakukang, Jalan Boulevard, Kota Makassar, Kamis (23/1/2020).

Kedatangan pimpinan ormas Islam dan legislator tersebut menyusul adanya pengaduan terkait dugaan penjualan minuman keras dengan kadar alkohol tinggi di tempat itu.

Menurut Zulkifli, berdasarkan hasil dialog secara kekeluargaan dengan pihak pengelola mal, memang ada keganjilan soal Klasifikasi Baku Lapangan Indonesia (KBLI) yang dimiliki pihak Vanyard Cafe.

"Yang mana untuk perdagangan eceran minuman alkohol, harusnya kode KBLI-nya adalah 47221, bukan KBLI 5630 atau kategori penyedia minuman saja, sehingga hal ini akan menjadi bahan evaluasi pihak pengelola mal untuk meninjau kembali kerjasama dengan pihak Vanyard, dan pihak pengelola sepakat akan menyelesaikan masalah ini paling lambat 3X24 jam," ujar Zulkifli melalui rilis yang diterima redaksi Pilarindonesia.com, Kamis (23/1/2020), malam.

Zulkifli menegaskan, semestinya Pemerintah Kota Makasar perlu lebih teliti mengkaji dampak mal dijadikan tempat menjual miras yang alkoholnya hingga 40 persen, bahkan bisa lebih. Tidak boleh serta merta menerbitkan SIUP untuk usaha kafe.

"Apalagi berkedok dengan KBLI sebatas penyedia minuman biasa, tetapi ternyata menjual full minuman keras. Saya juga telah berkomunikasi dengan pihak pengelola Vanyard Cafe, dan menurut mereka, KBLI penyedia minuman itu muncul dengan tujuan supaya mereka di samping bisa menjual secara eceran,juga dapat menyajikan miras untuk dikonsumsi di mal hingga kadar alkohol di atas 40 persen," terangnya.

Zulkifli, yang juga ketua Presidium Aliansi Penjaga Gerbang Timur Indonesia, meminta Pemerintah Kota Makassar turun ke lapangan dan datang ke Mal Panakukang untuk melihat langsung penjualan miras, apalagi mal ini merupakan pusat perbelanjaan yang semua orang bebas datang tanpa memandang kelompok umur.

Dia menganggap, Vanyard Cafe bukan sekelas penjual eceran, tetapi sudah masuk kategori pedagang besar, karena semua golongan miras mereka jual, mulai dari golongan A sampai C, sehingga seharusnya KLBI yang dimiliki bukan penyedia minuman, tetapi perdagangan besar minuman beralkohol atau minimal perdagangan eceran minuman beralkohol.

"Saya tidak bisa membayangkan jika ada kelompok orang jahat yang memanfaatkan kondisi ini untuk membuat tindak kejahatan di dalam mal. Saya juga tidak bisa bayangkan kerusakan yang terjadi jika ada orang yang dalam kondisi mabuk lantas membuat kejahatan di dalam mal, apalagi kita sangat paham bahwa miras adalah sumber seluruh perbuatan keji!" tegasnya.

Ketua BMI Sulsel, Zulkifli, berdialog dengan pengelola mal
Dalam pertemuan tadi, Zulkifli juga memberikan pandangan kepada pihak pengelola mal tentang besarnya potensi kejahatan yang bisa terjadi apabila mal dijadikan tempat mengkonsumsi miras.

"Apa yang terjadi saat ini harus membuka mata kita bahwa saat ini anak bangsa kita sedang terancam oleh bahaya pengaruh miras. Olehnya, saya meminta kepada seluruh pemimpin Muslim di Pemkot Makassar dan Pemprov Sulsel serta para anggota Dewan yang terhormat, yang masih merasa punya hati nurani dan keimanan, mari bersama-sama menyelamatkan anak bangsa, menyelamatkan generasi dengan membuat dan melahirkan peraturan supaya miras tidak dijual di tempat umum, termasuk mal, dan melarang seluruh pengusaha Muslim menjual minuman keras yang sudah jelas keharamannya," tuturnya.

Achmad

Kasus Dugaan Penganiayaan Wasit di Bone, Polisi Periksa Oknum Legislator Setelah Ada Izin Kemendagri

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo.
Makassar, Pilarindonesia.com - Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Bone, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan, akan melakukan gelar perkara terkait kasus dugaan tindak penganiayaan yang dilakukan oknum anggota DPRD Sulsel terhadap seorang pengawas pertandingan saat berlangsung liga Legislator Cup Bone beberapa waktu lalu di Kabupaten Bone.

Sebelum gelar perkara diadakan, pelaku yang berinisial HM, terlebih dahulu akan menjalani pemeriksaan.

Menurut Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, pihaknya masih menunggu izin dari Kementerian Dalam Negeri sebelum melalukan pemeriksaan terhadap HM.

Menurutnya, hal tersebut sesuai ketentuan di Undang-Undang MD3 yang baru, yaitu Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang MD3

 “Jika penyidik ingin memeriksa anggota DPR harus minta izin ke Presiden, sedangkan anggota DPRD di provinsi kabupaten/kota,  pemanggilan dan permintaan keterangan untuk penyidikan harus mendapat persetujuan tertulis dari Mendagri," kata Ibrahim, Kamis, 23 Januari 2020.

HM sebelumnya dilaporkan ke Polres Bone atas dugaan penganiayaan.

Legislator Sulsel itu diduga mencekik Ficky Warlang, seorang pengawas pertandingan Legislator Cup Bone, lantaran kesal, karena wasit dinilai terlalu memihak sebelah.

Achmad

JICA Gelar Pelatihan Peringatan Dini dan Evakuasi Banjir Sungai Jeneberang

Gowa, Pilarindonesia.com - Japan International Coorporate Agency (JICA) bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulsel dan BPBD Kabupaten Gowa, menggelar Latihan Peringatan Dini dan Evakuasi Banjir Sungai Jeneberang, yang berlangsung di Yayasan Arifah, Kelurahan Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Rabu (22/1/2020).

Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H Muchlis, yang hadir dalam kegiatan ini, mengaku sangat senang, karena dari sekian banyak kabupaten/kota yang ada di Indonesia, Gowa menjadi kabupaten pertama yang dipilih oleh JICA.

"Tentu kami menyambut baik, pasalnya secara existing, Kabupaten Gowa memiliki kondisi biologis, geografis, demografis dan sosiografis yang masuk kategori rawan bencana maupun kondisi yang membahayakan manusia," katanya.

Muchlis menyebut, masih segar dalam ingatan, tepat pada 22 Januari 2019 lalu, Kabupaten Gowa, tepatnya wilayah Pangkabinanga ini, terjadi bencana banjir yang merendam pemukiman, yang menimbulkan korban jiwa dan harta benda berharga lainnya.

"Dengan adanya pelatihan hari ini, tentu diharapkan stakeholder terkait dan masyaramat lainnya mampu memahami langkah-langkah antisipatif apa saja yang harus kita kerjakan jika suatu hari terjadi hal yang serupa," jelas Muchlis.

JICA Expert on Conprehensive Disaster Risk Reduction, DR Naoto Tada, menjelaskan bahwa Jepang dan Indonesia banyak kesamaan utamanya dalam status rawan bencana. Sehingga, ia berkomitmen bekerjasama dengan pemerintah Indonesia melalui BNPB melakukan edukasi peringatan dini bencana.

Ia menyampaikan bahwa peristiwa 22 Januari 2019 lalu telah menunjukkan bahwa potensi bencana banjir yang dialami Kabupaten Gowa dengan titik besar di pesisir DAS Jeneberang telah memberikan pelajaran besar bagi pemerintah kabupaten untuk mengetahui solusi pencegahan dan penanganannya.

"Kegiatan ini pertama kali kami lakukan di Indonesia. Kita praktekkan penanganan kontigensi dengan berdasar bencana tahun 2019 lalu, dengan harapan jika ada bencana banjir jumlah korban dan kerugian material dapat kita tekan. Hal ini juga telah kami diterapkan di Jepang . Sehingga kita berharap di Indonesia juga melakukan solusi seperti ini," tambahnya.

Di lokasi yang sama, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Pemprov Sulsel, Muh Firda mengatakan bahwa Sulsel adalah daerah yang curah hujannya tinggi saat musim hujan. Padatnya lahan permukiman di Sulsel sehingga memberi andil berkurangnya daerah resapan air yang kemudian berpotensi menimbulkan kantong-kantong air dan membuat genangan.

"Pemprov sebagai perpanjangan tangan pusat akan selalu berupaya mengoptimalkan penanganan bencana dan siap memfasilitasi penanganan bencana," tutur Muh Firda yang hadir mewakili Gubernur Sulsel.

Dia juga berharap, dengan adanya latihan ini di Gowa, akan mampu beri edukasi kepada masyarakat Gowa yang tinggal di daerah DAS (daerah aliran sungai) agar bila bencana banjir terjadi jumlah korban jiwa bisa ditekan.

Achmad

Playoff AFC 2020, PSM Tumbangkan Lalenok United Timor Leste

Skuad Juku Eja berlatih. Foto: Instagram PSM Mania
Bola, Pilarindonesia.com - PSM Makassar membuktikan ketangguhannya di kancah Asia.

Juku Eja menumbangkan wakil Timor Leste, Lalenok United, 4-1, pada leg pertama playoff Piala AFC yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (22/12020).

Ferdinand Sinaga keluar sebagai pahlawan dalam laga ini setelah mencetak trigol di menit ke-12, 69, dan 72. Satu gol lainnya disumbangkan pemain asal Brasil, Giancarlo Lopes Rodrigues di menit ke-41.

Meski bisa dibilang sudah menempatkan satu kakinya di fase grup Piala AFC, tapi Bojan Hodak, pelatih PSM tetap tak puas. Sebab, masih banyak kesalahan yang dilakukan sepanjang pertandingan.

Tak hanya itu, pemain PSM juga kurang sabar sehingga kerap gagal dalam menuntaskan peluang.

"Kita baru latihan 10 hari. Dan secara fisik, teknik dan taktik kita masih jauh apa yang kita harapkan," kata pelatih asal Kroasia itu.

Sementara itu, penyerang PSM Makassar, Ferdinand Sinaga, sangat bersyukur bisa membantu timnya memetik kemenangan di laga ini.

Terlebih, dia juga mencetak hattrick yang sekaligus jadi torehan pertamanya sejak 2014.

Sumber: VIVANews.com