Pilar Indonesia

Gotong Royong dengan Zakat Cegah Covid- 19, Bank Sulselbar-IZI Sulsel Salurkan 200 Liter Hand Sanitizer

Penyerahan donasi hand sanitizer
Makassar, Pilarindonesia.com - Wabah Virus Corona atau Covid-19 membuat dunia geger. Bagaimana tidak, penularan yang sangat cepat menjadi momok menakutkan bagi masyarakat di seluruh belahan dunia tak terkecuali di Indonesia. Hal yang sama dirasakan masyarakat di Kota Makassar. Pasalnya jumlah penderita Covid-19 dikabarkan terus bertambah.

Berbagai upaya preventif dilakukan dalam upaya menekan laju penyebaran Covid-19 ini.

Salah satu yang digalakkan pemerintah yaitu dengan menjaga tangan tetap bersih dengan mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer secara berkala. Upaya sederhana ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam menekan angka penyebaran Covid-19.

Namun sayangnya, sejak Covid-19 diumumkan telah mewabah di Indonesia, terjadi kelangkaan hand sanitizer di saat yang bersamaan. Hal tersebut semakin mengkhawatirkan dengan banyaknya masyarakat yang tidak memiliki kemampuan untuk membeli hand sanitizer yang semakin mahal di pasaran.

Pengurus masjid menerima donasi hand sanitizer 
Hal tersebut menginisiasi Bank Sulselbar untuk bekerjasama dengan Iniziatif Zakat Indonesia (IZI) melakukan aksi nyata cegah penularan Covid-19 melalui Program Pengadaan Hand Sanitizer. Rencananya hand sanitizer ini akan disalurkan ke 120 titik, yaitu 90 masjid dan 30 titik di berbagai wilayah seperti Kota Makassar, Kabupaten Maros, Gowa dan Takalar.

Pada hari ini, Jumat, 3April 2020, telah dilakukan penyaluran hand sanitizer tahap pertama. Penyaluran hand sanitizer kali ini diberikan kepada Masjid Jenderal Sudirman, Jalan Merpati, Kota Makassar. Para pengurus menyambut baik bantuan yang diberikan Bank Sulselbar dan IZI Sulawesi Selatan.

"Kami sangat berterima kasih kepada Bank Sulselbar dan IZI atas bantuan ini. Nantinya kami bisa memberikan kepada jamaah untuk digunakan supaya masyarakat dan jamaah kita ini bisa terhindar dari corona," ungkap salah satu pengurus Masjid Jenderal Sudirman.

Oleh pengurus Masjid Jenderal Sudirman, Hand Sanitizer ini ditempatkan di pintu masuk masjid agar dapat digunakan saat masuk dan keluar masjid sebagai proteksi diri jamaah. Pihak masjid juga akan mengadakan sosialisasi dan edukasi terlebih dahulu kepada masyarakat tentang penggunaan hand sanitizer tersebut.

Laporan :  Karlina Ende Putri, relawan IZI Sulsel

Wahdah Tanggap Corona Kendari Salurkan Paket Logistik di 5 Kecamatan

WTC Kendari salurkan donasi ke warga 
Kendari, Pilarindonesia.com - Satuan Tugas Wahdah Tanggap Corona (Satgas WTC) Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Rabu-Kamis, 1-2 April 2020, mulai menyalurkan paket logistik di 5 kecamatan.

Pembagian paket logistik tersebut didistribusikan di Kecamatan Abeli, Kecamatan Baruga, Kecamatan Puwatu, Kecamatan Kemaraya dan Kecamatan Kambu.

Menurut Rais selaku relawan satgas WTC Kendari, paket logistik yang disalurkan berupa paket sembako dan suplemen kesehatan.

“Tujuan pembagian paket logistik ini adalah untuk menjangkau masyarakat yang terdampak social distancing dan karantina wilayah di Kota Kendari yang menyebabkan mereka tidak dapat bekerja memenuhi kebutuhan pokok harian sebagaimana hari-hari biasanya,” jelas Rais.

Selain membagikan paket logistik, Satgas WTC Kendari juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa sekolah dan masjid yang ada di Kota Kendari, Kamis tadi.

“Diharapkan dengan tersalurnya paket logistik dan penyemprotan cairan disinfektan ini dapat turut membantu upaya pemerintah Kota Kendari menekan laju penyebaran COVID-19 dan dapat membantu masyarakat yang terdampak akibat social distancing dan karantina wilayah,” terang Rais.

Satuan Tugas Wahdah Tanggap Corona Kendari Sulawesi Tenggara dibentuk setelah Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah mengeluarkan surat edaran bernomor D.1850/IL/I/08/1441 dengan salah satu poinnya adalah menginstruksikan seluruh DPW dan DPD Wahdah Islamiyah untuk membentuk tim Wahdah Tanggap Corona DPW/DPD masing-masing.

Laporan: Rustam Hafid

Wahdah Tanggap Corona Donasi Bilik Uap Disinfektan ke RS Haji Makassar

Pose bersama setelah penyerahan chamber ke RS Haji Sulsel
Makassar, Pilarindonesia.com – Satuan Tugas Wahdah Tanggap Corona (WTC) menyalurkan bantuan 1 unit chamber atau bilik uap disinfektan kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Sulawesi Selatan, Jalan Dg. Ngeppe, Kota Makassar, pada Selasa (31/03/2020).

Muhammad Syukri Turusi selaku Relawan Satgas WTC mengatakan, chmaber ini adalah salah satu program WTC untuk membantu masyarakat, khususnya Fasilitas-fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit untuk mensterilkan pengunjung RS dari kemungkinan virus 2019-nCov atau yang biasa disebut sebagai Virus Corona.

“Nantinya pihak RS yang akan menentukan jenis larutan yang akan digunakan pada chamber ini,” tutur Syukri.

Satu unit Chamber ini diterima langsung oleh Sahruna Madjid selaku Kordinator Lapangan Gugus Tugas Covid-19 RSUD Haji, didampingi oleh tenaga medis dan petinggi RSUD Haji Sulawesi Selatan.

Setelah melakukan pengujian aktivitas Chamber dengan menggunakan seember air, Sahruna Madjid kemudian menyampaikan Gugus Tugas Covid-19 di RSUD Haji telah terbentuk sejak tanggal 14 Maret 2020, dan selama ini telah melayani pasien ODP dan PDP, dan pasien dengan penyakit lainnya yang dilayani di klinik RS dan Unit Gawat Darurat.

“Kami dari RSUD Haji Makassar mengucapkan terimakasih, Alhamdulillah kami menerima bantuan ini, kKarena memang Chamber ini sangat kami butuhkan, sebelum masuk ke dalam RS, memang baiknya pengunjung didisinfeksi untuk meminimalisir penularan Covid-19,” pesan Sahruna.

Laporan: Rustam Hafid

Wahdah Islamiyah Salurkan APD ke Puskesmas di Maros

Penyerahan donasi 
Maros, Pilarindonesia.com - Satuan Tugas Wahdah Tanggap Corona (WTC) kembali menyalurkan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) kepada tenaga medis di dua Puskesmas di Kabupaten Maros, yakni Puskesmas Mandai dan Puskesmas Bantimurung.

APD yang disalurkan berupa Face Shield, baju terusan, masker, dan hand sanitizer.

Selain APD, tim WTC juga memberikan bantuan suplemen berupa kurma kepada petugas medis yang berada di kedua puskesmas tersebut.

Ibnu Hajar selaku relawan WTC melaporkan, bantuan ini merupakan program WTC dalam menghadapi Covid-19, khususnya mendukung Garda Terdepan Tim Medis Covid-19 dalam melaksanakan tugasnya.

Penyaluran bantuan APD di Puskesmas Mandai diterima langsung oleh dr. Eka Lestari selaku tenaga medis penanganan Covid-19 di puskesmas tersebut.

Eka menyampaikan, Puskesmas Mandai untuk penanganan Covid-19 mulai membatasi pasien, yakni ntuk yang sakit biasa diarankan penanganan dengan istrahat di rumah, untuk pasien batuk dan flu pihak Puskesmas mengadakan ruangan terpisah dengan pasien biasa.

Dokter Eka juga menyebutkan, bahwa kondisi APD tenaga medis di puskesmas tersebut sangat terbatas.

“Selama ini kami pakai APD seadanya, setelah dipakai sekali langsung kami cuci lagi. Alhamdulillah ada bantuan ini yang sangat membantu kinerja kami,” terang Eka sambil menunjukkan APD sederhana yang digunakan tenaga medis di puskesmas tersebut, seperti Jas hujan, dan APD lainnya.

Sementara itu, penyaluran bantuan APD di Puskesmas Bantimurung diterima langsung oleh dr. H. Muhammad Yunus selaku Kepala Puskemas Bantimurung.

Setelah menerima bantuan APD berupa Face Shield, masker, baju terusan, dan suplemen berupa 1 dus kurma, Muhammad Yunus menyampaikan terimakasih atas bantuan yang tekah disalurkan karena telah menjawab kebutuhan APD tenaga medis yang sangat terbatas.

“Diantara program yang kami laksanakan adalah sosialisasi langsung ke tengah masyarakat berkaitan dengan Covid-19, termasuk yang utama adalah pelayanan masyarakat yang datang memeriksakan diri,” tambah Muhammad Yunus.

Selain penyaluran APD, diantara Program Wahdah Tanggap Corona lainnya adalah penyemprotan disinfektan fasilitas kesehatan dan masyarakat seperti rumah sakit, masjid dan pasar-pasar rakyat, bantuan logistik untuk kaum dhuafa yang terdampak akibat Covid-19, dan program lainnya .

Laporan: Rustam Hafid, Divisi Media Wahdah Tanggap Corona

MASIKA ICMI Makassar Usul Dana Masjid Dialokasikan untuk Penanganan Virus Corona

Jajaran pengurus MASIKA ICMI Makassar
Makassar, Pilarindonesia.com - Majelis Sinergi Kalam (MASIKA) Ikatan Cendekiawan Muslim (ICMI) Makassar mengusulkan agar kas masjid dialokasikan untuk untuk kegiatan penanganan Covid-19 atau virus Corona.

Ketua MASIKA ICMI Makassar, Syamsul Alam, mengatakan jamaah banyak yang rela berdonasi ke masjid dengan harapan memperoleh amal jariyah.

Sehingga, di tengah merebaknya virus Corona atau Covid-19, sebaiknya dana masjid digunakan untuk membantu penanganan medis dan sebagainya.

"Sudah selayaknya pengurus masjid atau dewan masjid atau institusi yang berwenang, berada di garda terdepan untuk membantu warga sekitar guna memenuhi kebutuhan dalam rangka pencegahan Covid-19 tersebut," kata Syamsul

Menurutnya, di tengah musibah Covid-19 yang sedang menimpa negeri ini, semestinya kas masjid yang selalu diumumkan saldonya dengan jumlah besar, sudah sepantasnya disalurkan untuk kemaslahatan umat manusia.

Syamsul menyebut, ini kesempatan emas bagi pengurus masjid untuk berdakwah secara tidak langsung. Mempraktikkan Islam yang rahmatan lil 'alamiin, sebagaimana yang pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallalahu 'alaihi Wassalam, keluarga, dan para sahabatnya yang setia.

"Bukan saatnya lagi kas masjid ditumpuk dan lebih banyak dijadikan untuk sekadar mempercantik lantai, aksesoris dan dinding masjid, namun melupakan nuansa amal jariyah sosial dari dana jamaah tersebut. Kami yakin pengurus masjid memiliki rasa pertanggungjawaban yang tinggi melampaui prinsip akuntansi, karena mereka akan bertanggung jawab langsung kepada Tuhan, Ilahi Rabbi," tutur Syamsul.

Dia membayangkan jika warga dan jamaah merasakan kehadiran masjid, maka warga akan tersentuh hatinya untuk lebih giat berdonasi dan beribadah demi Allah Subhanahu wa Ta'ala melalui amal jariyah sosial.

Syamsul menyampaikan, banyak hal yang bisa dilakukan dengan donasi dari masjid itu, semisal pengadaan ruang sterilisasi, berbagi bahan makanan bagi kaum duafa, penyemprotan di gerbang masuk perumahan, pembagian masker, handsoap, handsanitizer atau hal lain yang mungkin bisa diadaptasi dari beberapa wilayah yang sudah melakukan nya.

"Lebih jauh lagi, masjid bisa mempersiapkan segala kebutuhan warga yang pokok jika opsi lockdown, karantina atau isolasi lokal atau nasional diberlakukan. Mari ki bersama-sama berkontribusi menghadapi wabah pandemik ini. Semoga Allah Ta'ala merahmati dan meridhai segala upaya kita, sehingga wabah ini bisa berakhir," jelas Syamsul.

Laporan: Mila