Pilar Indonesia

Kaum Milenial Gemari Gagasan Ustaz Ije Soal Arah Pembangunan Makassar

Ustaz Ije dan dr Fadli Ananda di acara Youth Political Club di Hotel Grand Malebu, Makassar, Jumat (18/10/2019) lalu. Foto: Istimewa
Makassar, Pilarindonesia.com - Fraksi Muda Indonesia, sebuah wadah yang dibentuk sekelompok generasi milenial di Kota Makassar, menyatakan sangat tertarik dan menyukai gagasan dari seorang Muhammad Iqbal Djalil atau yang akrab disapa Ustaz Ije.

Ustaz Ije, yang saat ini gencar mensosialisasikan diri bakal maju sebagai calon Wali Kota Makassar, pada Jumat pekan lalu, diberikan ruang oleh Fraksi Muda Indonesia dalam sebuah acara bertajuk Youth Political Club, di Hotel Grand Malebu Makassar, untuk menjelaskan secara detail data diri serta pandangannya tentang Makassar ke depan, terutama rancangan kebijakan yang berkaitan dengan pemuda.

Berita terkait

Perkuat Simpul Keummatan, Calon Wali Kota Makassar Ini Sowan ke Ormas Hidayatullah

Ketua PAN, FUIB dan LBH Muslim Dampingi Ustaz Ije Kembalikan Formulir di PKS

Peneliti MIUMI Rekomendasikan Sosok Ini untuk Pilwalkot Makassar 2020

"Beliau (Ustaz Ije) pantas dijadikan contoh role model. Selain lima bahasa yang dikuasai, juga merupakan seorang penghafal Alqur'an, dan hanya ada beberapa pemimpin yang seorang penghafal Alqur'an di Indonesia," kata Nurhidayatullah B. Cottong selaku ketua Fraksi Muda Indonesia, Ahad (20/10), malam tadi.

Dipanel bersama dengan dr Fadli Ananda di dalam acara tersebut, Ustaz Ije, yang pernah menjadi anggota DPRD Makassar selama dua periode, memang menyebut keahliannya dalam menguasai sejumlah bahasa asing, seperti bahasa Arab, Inggris dan Urdu, serta kelebihan sebagai seorang yang hafal Kitab Suci Alqur'an sebanyak 30 juz.

Pengalaman sebagai mantan santri dan pernah mengenyam pendidikan selama puluhan tahun di Islamabad, Pakistan, dianggap Ustaz Ije sebagai bekal terpenting untuk menjadi seorang pemimpin, yang disertai ketekunan untuk terus belajar, bekerja keras dan yang terpenting selalu meminta doa restu dari orangtua, terutama ibunda.

"Pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna. Ia butuh ditempa dan terus ditempa. No body's perpect yang menjadi tagline saya sebagai bentuk penggambaran tentang perlunya peduli terhadap sesama,' ujar Ustaz Ije, yang sekarang menjabat sebagai ketua Yayasan Buq'atun Mubaraqah Pondok Pesantren Darul Aman Gombara, Makassar.

Pada perhelatan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar tahun depan, Ustaz Ije memang sangat diandalkan sebagai perwakilan keummatan. Sejumlah ormas Islam telah menyampaikan dukungan, serta kekuatan dari simpul-simpul keummatan siap bergabung dan berjuang memenangkan Ustaz Ije.

Irfan

Lantik Pengurus PMI Wajo, Adnan Harap Program Kemanusiaan Lebih Ditingkatkan

Adnan Purichta Ichsan bersama dengan Amran Mahmud
Wajo, Pilarindonesia.com - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan, menaruh harapan besar pada keberadaan PMI di kabupaten/kota di Sulsel, termasuk kepada pengurus PMI Kabupaten Wajo.

Hal tersebut diungkapkan usai melantik Ketua PMI Wajo, yang juga Bupati Wajo Amran Mahmud dan pengurus PMI Kabupaten Wajo di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Sabtu (19/10).

Pada pelantikan tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus PMI Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Wajo masa bakti 2019-2024.

"Menjabat sebagai ketua ataupun pengurus PMI merupakan panggilan nurani karena harus didasari dengan ketulusan dan keikhlasan dalam berorganisasi. Pasalnya di PMI ini kita akan mengurusi banyak persoalan kemanusiaan, kebencanaan, dan menolong sesama," katanya.

Menurutnya, organisasi PMI bukanlah tempat untuk mencari keuntungan afau profit tetapi organisasi ini adalah sebuah wadah mencari pahala. Karena dari organisasi ini tersebut lebih banyak menolong sesama yang membutuhkan uluran tangan.

"Dengan pelantikan ini semoga mampu menjadi tonggak untuk keberhasilan PMI kedepannya. Sehingga sangat perlu saling bekerjasama dalam menjalankan program-program kemanusiaan dalam memajukan organisasi kemanusiaan ini," ungkapnya.

Lanjut Adnan, salah satunya dengan mendukung rencana pembangunan Unit Transfusi Darah di Markas PMI Sulsel ddngab kapasitas 1500 hingga 3500 kantong darah. Hal ini melihat dengan kebutuhan darah di Sulsel yang melebihi 10.000 kantong darah.

"Kedepannya juga kami harapkan agar PMI Kabupaten Wajo dapat bekerjasama dengan  pemerintah daerahnya untuk secara rutin menggelar kegiatan donor darah. Pasalnya ini menjadi cara untuk mensuplai kebutuhan darah bagi yang membutuhkan," terang Bupati Gowa ini.

Keterlibatan dalam organisasi ini dianggap memberikan dua manfaat positif. Pertama, seluruh pengurus PMI otomatis rajin melakukan donor darah, sementara diketahui bersama bahwa jika rutin melaksanakan donor darah maka tubuh akan lebih sehat, karena darah yang disumbangkan akan diganti dengan darah baru. Kedua, saat menjalankan program kemanusiaan apalagi jika dilakukan dengan ikhlas maka akan menjadi sebuah amal jariyah dan menjadi kadang pahala.

"Pasalnya jika berdonor darah kita membantu sesama yang membutuhkan darah tanpa diketahui identitas yang menggunakan darah yang kita donorkan," tegasnya.

Sementara Ketua PMI Wajo Amran Mahmud mengatakan, pihaknya berharap dengan kepemimpinannya di PMI Wajo kedepan program-program kemanusiaan di wilayahnya dapat lebih meningkatkan. Apalagi Kabupaten Wajo sangat dikenal sebagai daerah yang rutin mendapat bencana alam yakni banjir.

"Mari kita mengembang amanah ini dengan sebaik-baiknya. Jalankan seluruh program-program PMI dengan  penuh ketulusan," ujarnya.

Dalam menjalankan organisasi ini harus menerapkan tujuh prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Internasional yang memang telah menjadi dasar organisasi ini. Antara lain, kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, kenetralan, kesemestaan.

"Organisasi ini adalah organisasi yang besar sehingga ini harus menjadi kebanggaan kita karena dapat terlibat pada gerakan kemanusiaan ini," tutupnya.

Irfan

PT Kontak Perkasa Futures, Perusahaan Investasi di Makassar yang Disoroti

Makassar, Pilarindonesia.com – PT Kontak Perkasa Futures (KPF) Makassar sekarang ini sedang disoroti menyusul adanya komplain dari kalangan nasabah tentang ketidakjelasan dana investasi mereka.

Perusahaan yang berkantor di lantai 9, gedung Menara Bosowa, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, tersebut bergerak di bidang jasa investasi.

Kepala Cabang PT KPF Makassar, Taufan, mengatakan perusahaannya merupakan  pialang berjangka legal, terdaftar dan diawasi oleh Bappebti dan termasuk anggota resmi Bursa Berjangka Jakarta serta Kliring Berjangka Indonesia.

Menurutnya, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997, setiap perusahaan pialang berjangka wajib menyampaikan risiko investasi perdagangan berjangka kepada calon nasabah.

“Sehingga, semua calon Nasabah KPF sebelum bergabung, kami pastikan sudah mendapat penjelasan terlebih dahulu perihal risiko dan peluang investasi di perdagangan berjangka,” kata Taufan kepada Pilarindonesia.com, Jumat (18/10), malam.

Dia mengklaim, KPF saat ini telah melayani ribuan nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di Makassar.

Terkait kekecewaan yang dialami nasabah, seperti dokter Yudith Dwi Niken, yang sampai sekarang dana investasinya senilai Rp 150 juta tidak jelas keberadaannya, Taufan mengaku telah menangani secara persuasif.

“Dan, kami mempersilakan nasabah tersebut untuk menempuh jalur hukum maupun sarana mediasi yang disediakan oleh regulator kami bila memang mereka merasa di jalur yang benar,” tuturnya.

Berita terkait



Taufan menyampaikan, pada dasarnya, pihaknya ingin menyelesaikan semua permasalahan dengan itikad yang baik.

“Karena di sisi lain kami sudah menjalankan sesuai prosedur, untuk risiko yang dialami dalam investasi ini, sama dengan instrumen investasi lain yang bersifat high risk high return. Dan, kami tegaskan bahwa KPF bukan pengelola dana, sehingga semua peluang profit maupun risiko yang dialami nasabah, murni karena mekanisme pasar dan keputusan investasi,” dia menambahkan.


Irfan 


Korban Investasi Emas Ancam Polisikan Kepala Cabang PT Kontak Perkasa Futures Makassar

Makassar, Pilarindonesia.com - Yudith Dwi Wiken, mengancam bakal mempolisikan Kepala Cabang PT Kontak Perkara Futures Makassar, Taufan, dalam kasus dugaan penggelapan dana investasi senilai Rp 150 juta.

"Kalau memang tidak ada itikad baik dari pihak perusahaan untuk mengembalikan dana investasi saya, maka saya akan memasukkan laporan ke Polrestabes Makassar," ujarnya, Jumat (18/10), malam.

Yudith mengaku, sejak persoalan itu diketahui media dan telah tersebar, Taufan sempat menghubunginya dan melakukan pendekatan persuasif dengan menawarkan pengembalian dana. Namun, nilai pengembalian yang ditawarkan sangat kecil, hanya Rp 10 juta.

"Jadi, saya bilang: simpan saja dulu dana itu. Masak, dari Rp 150 juta, hanya mau dikembalikan Rp 10 juta?"

Berita terkait

Dana Investasi Ratusan Juta Tak Jelas, Dokter Muda Ini Komplain PT Kontak Perkasa Futures Makassar  

Adapun Taufan, yang dikonfirmasi, mengaku tak gentar dengan ancaman pelaporan itu. "Silahkan, mas, saya dah (sudah) infokan prosedurnya. Ke pengadilan atau ke otoritas. Selebihnya pilihan ada di nasabah," katanya kepada Pilarindonesia.com, yang menghubunginya lewat percakapan aplikasi WhatsApp.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar menyatakan juga pernah menangani kasus serupa, dan siap mengadvokasi serta mendampingi para korban yang akan memasukkan laporan.

Irfan



Dana Investasi Senilai Ratusan Juta Tak Jelas, Dokter Muda Ini Komplain PT Kontak Perkasa Futures Makassar

Ilustrasi
Makassar, Pilarindonesia.com - Yudith Dwi Wiken, seorang dokter muda di Kota Makassar, menjadi korban jasa investasi. Uang sebanyak Rp 150 juta yang telah diinvestasikan tidak jelas keberadaannya.

Menurut Yudith, pada April sampai Mei 2019 lalu, ia bergabung dan menanamkan investasi di PT Kontak Perkasa Futures (KPF) Makassar atas ajakan Hamzah Natasyah Zulkifli, seorang tenaga marketing di perusahaan yang berkantor di gedung Menara Bosowa, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, itu.

"Pada 3 Mei 2019, saya melakukan investasi saham emas sebesar Rp 100 juta. Saya dijanjikan keuntungan hingga Rp 20 juta per bulan," kata Yudith kepada Pilarindonesia.com, Jumat (18/10), malam.

Selang beberapa waktu, Yudith mengaku mengecek saldo yang sudah didesain dalam bentuk sebuah akun, dengan harapan nilai investasi emasnya tersebut telah mengalami penambahan. Namun, bukannya bertambah, justru berkurang dari Rp 100 juta turun menjadi Rp 49 juta.

"Saya mempertanyakan kepada saudara Hamzah Natasyah Zulkifli tentang kondisi itu. Saya disampaikan oleh saudara Hamzah bahwa untuk menyelamatkan investasi saya, maka perlu dilakukan kembali penambahan investasi. Akhirnya, berdasarkan iming-iming tersebut, saya pun menambah lagi dana investasi sebesar Rp 50 juta," ujar Yudith.

Ternyata, keadaan semakin runyam. Langkah tadi tidak membuat kondis investasi Yudith membaik. Malah, nilainya terus menyusut. Anehnya, Hamzah bersama dengan kepala cabang KPF menyuruh Yudith menyuntikkan lagi dana tambahan sebesar Rp 260 juta, dengan iming-iming terbaru, yakni kepala cabang langsung yang akan menangani akun milik Yudith hingga benar-benar pulih dan meraup keuntungan.

"Saya memutuskan untuk tidak mengikuti permintaan saudara Hamzah dan kepala cabang Kontak Perkara Futures, karena tidak ada jaminan keamanan. Perusahaan ini juga tidak memiliki itikad baik dalam mengelola akun saya, serta mengabaikan permintaan saya untuk dipertemukan dengan nasabah lain," terang Yudith.

Kepala Cabang KPF, Taufan, yang berhasil dikonfirmasi, memastikan akan menyelesaikan semua persoalan yang timbul, termasuk komplain dari dokter Yudith.

"Karena di sisi lain, kami sudah menjalankan sesuai prosedur. Untuk risiko yang dialami dalam investasi ini, sama dengan instrumen lain yang bersifat high risk high return. Dan kami tegaskan bahwa KPF bukan pengelola dana, sehingga semua peluang profit maupun risiko yang dialami nasabah murni mekanisme pasar dan keputusan investasi," kata Taufan melalui percakapan aplikasi WhatsApp.

Irfan

Index »