Pilar Indonesia

Forum Arimatea Sulsel Kurban 9 Ekor Kambing di Kampung Muallaf Pinrang

Ketua Forum Arimatea Sulsel, Jumzar Rachman (kanan)

Pinrang, Pilarindonesia.com – Forum Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah yang Terpadu Efektif dan Aktual (Arimatea) Sulawesi Selatan bersama dengan Moeslem Youth Project, Sahabat Muslim Makassar dan kru media online www.pilarindonesia.com, melakukan penyembelihan hewan kurban di Perkampungan Muallaf Darussalam, yang terletak di Dusun Patambia, Kelurahan Betteng, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, pada Rabu (14/8), pekan lalu.

Sebanyak sembilan ekor kambing yang merupakan hasil donasi dari sejumlah donatur, disembelih dan dagingnya dibagikan kepada warga di wilayah itu.

“Ini merupakan hasil sumbangan dari beberapa donatur yang masuk ke rekening lembaga kami. Niatnya memang untuk pembelian hewan kurban khusus untuk saudara-saudari kita di kampung muallaf ini,” kata Ketua Forum Arimatea Sulsel, Jumzar Rachman, di sela kegiatan penyembelihan.

Sebelum prosesi penyembelihan, Jumzar terlebih dahulu menyampaikan tentang tata cara pemotongan hewan yang sesuai dengan ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam. 

Dia pun mengajarkan lafadz atau doanya, dan lebih penting, Jumzar juga mengingatkan tentang pentingnya menggunakan parang yang tajam saat menyembelih hewan.

“Tujuannya agar hewan yang kita sembelih tidak menderita. Juga perlu diingat, sebagaimana tuntunan dari nabi kita (Nabi Muhammad Shallalahu ‘alaihi Wassalam), upayakan hewan lainnya tidak melihat rekannya saat kita sembelih,” terang Jumzar.

Kegiatan penyembelihan pun dilakukan secara bergantian. Beberapa orang muallaf yang mengaku sudah tahu doa yang dibaca sebelum memotong, pun ambil bagian.

Menurut Guntur, salah seorang warga yang ditokohkan, daging hewan kurban itu sebagian akan dibagikan ke sejumlah titik perkampungan muallaf lainnya yang masih berada di wilayah Makula itu.

Alhamdulillah, kami di sini sudah merasa berkecukupan dengan adanya sumbangan hewan kurban, sehingga sebagian akan kami bagikan ke saudara-saudara kita yang tinggal di lokasi lainnya,” ucapnya.

Irfan    


Dirgahayu Kemerdekaan RI, Politisi PKS Ini Ajak Kaum Milenial Rayakan Perbedaan

H. Muhammad Iqbal Djalil, Lc.
Makassar, Pilarindonesia.com - Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-74 ini memiliki makna yang berbeda-beda untuk setiap orang, termasuk bagi politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Muhammad Iqbal Djalil, Lc.

Legislator yang sudah dua periode duduk di DPRD Makassar itu menilai, sekarang ini masyarakat Indonesia, khususnya kalangan millenial memiliki tantangan yang cukup berat, utamanya menghadapi persaingan global.

"HUT RI hari ini tidak hanya merayakan hari kemerdekaan, tapi merayakan kebhinekaan, merayakan perbedaan. Millenial harus paham bahwa perbedaanlah yang membentuk kesatuan Indonesia ini," kata Ustaz Ije, sapaan akrabnya, Sabtu (16/8).

Menurutnya, kaum millenial harus paham tentang keberagaman yang telah dibangunkan dan ditanamkan oleh para pendiri bangsa ini.

Ustaz Ije mengingatkan hal tersebut karena kalangan millenial merupakan generasi pelanjut. Regenerasi yang akan menjadi pemimpin masa depan bangsa.

"Kondisi saat ini juga berbeda dengan masa-masa lampau. Karena perbedaan hari ini, millenial rawan terjadi gesekan. Jadi, perbedaan harus dirayakan agar tetap menjadi warna persatuan," terang ketua Yayasan Buq'atun Mubarakah Pondok Pesantren Darul Aman Gombara Makassar itu.

Irfan

Majelis Taklim Nurul Harfiah Rappokalling Turut Berdonasi Melalui Celengan Superinfaq

Muhammad Adry bersama emak-emak di Rappokalling
Makassar, Pilarindonesia.com – Majelis Taklim Nurul Harfiah di Rappokalling, Kota Makassar, ikut menabung dan berdonasi melalui Superinfaq, Kamis (8/8).

Majelis taklim ini merupakan binaan Desa Berdaya Rumah Zakat Cabang Makassar.

Superinfaq Consultan (Sico) Rumah Zakat Makassar, Muhammad Adry, mengatakan, hingga saat ini sudah ada 280 celengan Superinfaq yang telah disebar di tiga daerah, masing-masing di Kabupaten Maros, Kota Makassar, dan Kabupaten Gowa.

"Di Makassar, ada banyak instansi dan keluarga yang ikut berpartisipasi mengisi celengan Superinfaq, termasuk emak-emak di Rapokalling yang tergabung dalam Majelis Taklim Nurul Harfiah ini," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Adry ini menuturkan, celengan Superinfaq ini merupakan tabungan yang memudahkan siapa saja untuk berdonasi.

Menurutnya, melalui celengan itu semua orang bisa berinfak atau berdonasi tanpa persyaratan minimal jumlah.

"Celengan ini sangat memudahkan siapapun yang ingin menyalurkan sebagian kecil hartanya. Tidak ada syarat khusus, semua orang bisa menabung dan berdonasi. Jadi, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak berdonasi,” kata Andry.

Ketua Majelis Taklim Nurul Harfiah, Rita mengaku sangat bahagia dan antusias bisa ikut serta menabung dan berdonasi melalui Superinfaq.

Dia menuturkan, celengan ini sangat memudahkannya sekeluarga untuk menyisihkan sebagian rezekinya untuk kepentingan ummat.

“Insya Allah, dengan adanya celengan ini, kami sekeluarga sangat dimudahkan untuk berdonasi,” terangnya.

Sementara itu, Branch Manager Rumah Zakat, Amir, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya dengan adanya partisipasi  dari emak-emak Majelis Taklim Nurul Harfiah itu.

Meski dalam kondisi ekonomi yang serba pas-pasan, ia menyebut, emak-emak tersebut memiliki keinginan yang kuat untuk tetap menabung dan berdonasi.

"Olehnya, kami mengajak kepada masyarakat luas, khususnya yang memiliki kelebihan harta agar mencontoh semangat emak-emak Rappokalling untuk ikut berdonasi atau menabung melalui Superinfaq Rumah Zakat," jelas Amir.

Dia menambahkan, seluruh donasi yang terkumpul melalui celengan Superinfaq itu akan digunakan untuk memberdayakan ummat, seperti bantuan modal usaha masyarakat pedesaan, membantu yatim dan duafa.

Laporan: Juminah, Rumah Zakat Cabang Makassar

Dompet Dhuafa Edukasi Murid TK Khalifah Makassar 3 di Kampung Ternak Macanda

Murid TK Khalifah 03 Makassar
Gowa, Pilarindonesia.com - Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan menggelar event bertajuk "Sedekah Kurban" dengan melakukan roadshow ke sejumlah taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) di Kota Makassar.

Tujuannya dalam rangka mengajak dan mengedukasi anak-anak usia dini agar menumbuhkan rasa empati dan memahami tentang syariah berkurban.

Sebagai tindak lanjut dari program itu, Dompet Dhuafa Sulsel mengajak murid TK Khalifah Makassar 3 melakukan kunjungan ke Kampung Ternak, yang merupakan hasil pemberdayaan wakaf dan zakat, yang berlokasi di Macanda, Kabupaten Gowa, Rabu (7/8).

Kegiatan itu berupa pengenalan hewan ternak yang layak untuk dikurbankan disertai metode bercocok tanam.

"Kami dari Dompet Dhuafa bercita-cita memberikan edukasi serta pemahaman tentang bagaimana cara beternak dan berkurban sesuai dengan ajaran Islam sejak dini. Itulah tujuan diadakannya edufarm ini," kata Rezkiani selaku SPV Fundraising dan Komunikasi Dompet Dhuafa Sulsel.

Murid TK Khalifah 03 Makassar diedukasi 
Bunda Anti, seorang pengajar di TK Khalifah Makassar 3, yang turut hadir, menyampaikan antusiasme dan semangat anak-anak dalam mengikuti kegiatan yang terbilang baik itu, karena ada selipan hiburan yang menitikberatkan pada nilai-nilai moral.

"Anak-anak di sini senang sekali, karena seperti yang dilakukan tadi, anak-anak diajarkan cara memberi makan hewan ternak dan bercocok tanam. Selain belajar, mereka juga terhibur, dan alhamdulillah, anak-anak sangat antusias," tuturnya sambil tersenyum.

Saifullah

Ikuti Pembekalan di Jakarta, Muzayyin: Setelah Dilantik, Kami akan Langsung Bekerja

Muzayyin Arif (tengah)

Jakarta, Pilarindonesia.com – Muzayyin Arif, salah satu caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang terpilih untuk DPRD Sulawesi Selatan, mengikuti kegiatan pembekalan di Hotel Mercure Batavia, Jakarta, Selasa (6/8).

Peraih suara terbanyak itu menyebut, PKS sangat memiliki komitmen untuk berkhidmat kepada ummat.

"Pembekalan ini merupakan tanda serius PKS mengisi ruang legislatif yang lebih berkualitas. Kiprah PKS tentu saja dinantikan oleh ummat dan konstituen di seluruh lapisan masyarakat. Ini langkah awal dan tradisi yang baik," kata Muzayyin,.

Menurutnya, silaturrahmi dengan ratusan politisi PKS dari berbagai daerah itu amat penting, sebab pertemuan tersebut menjadi wadah para politisi muda menyerap pengetahuan dan pengalaman politisi senior.

Muzayyin, yang saat pencalegan mengusung “The Power of Maros” itu mengatakan, politisi muda dari berbagai daerah punya kesempatan menyerap pengetahuan dan pengalaman yang diperlukan sebelum mengemban amanah. 

 “Anggota legislatif PKS akan mengemban amanah secara profesional. Satu menit setelah dilantik, kita langsung berkhidmat untuk rakyat,” pungkasnya.

Ketua DPP PKS Bidang Humas  Ledia Hanifa, menyampaikan pembekalan itu merupakan puncak dari rangkaian kegiatan persiapan para anggota legislatif PKS sebelum mengemban dan menjalankan amanah masyarakat.

"Sebelum pembekalan di level DPRD provinsi dan DPRD pusat, setiap wilayah sudah mengadakan pembekalan untuk caleg PKS terpilih di level kabupaten/kota. Sehingga, kami pastikan, begitu dilantik, seluruh kader PKS yang terpilih di semua jenjang akan langsung bekerja," tutur Ledia.

Selain itu, para caleg PKS yang terpilih akan menandatangani pakta integritas yang disaksikan oleh Ketua Majelis Syura PKS, Habib Salim Segaf Al Jufri, dan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman.

"Beberapa poin dari pakta integritas adalah aleg (anggota legislatif) PKS wajib mencegah dan menjauhi tindakan KKN dan pelanggaran hukum lain. Juga wajib memperjuangkan janji kampanye, baik dari partai maupun janji pribadi," terang Ledia, yang juga merupakan caleg PKS DPR RI terpilih dari daerah pemilihan Kota Bandung dan Cimahi.

Laporan: Ismawan

Index »