Pilar Indonesia

Terapi Pengobatan Sujok Dikenalkan dan Dipraktekkan kepada Warga Makassar

Para peserta pelatihan bersama pemateri berpose bersama 
Makassar, Pilarindonesia.com - Sebanyak 50-an orang berkumpul di Warung Upnormal, Jalan Andi Djemma, Kota Makassar, pada Sabtu (30/11/2019), pekan lalu.

Mereka yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan berkumpul untuk lebih mengenal sistem pengobatan dan pelatihan Sujok

Kegiatan bertema "Sehat Semudah Mewarnai Mengatasi Berbagai Jenis Penyakit itu" dibawakan SJT Anna Rosdiana, seorang master Sujok, yang telah berkeliling ke berbagai mancanegara mengenalkan Sujok.

"Beliau (Anna) dengan penuh semangat menerangkan sejarah, asal usul pengobatan ini (Sujok), dan sekaligus keunikan Sujok ini," kata Ketua Yayasan Sahabat, Ichwan Jufri, selaku pelaksana dan penanggungjawab acara.

Menurutnya, kehadiran para peserta untuk menjawab rasa penasaran mereka terkait sebuah metode terapi yang hanya dengan menggunakan bantuan spidol warna dan bumbu dapur.

Selain itu, Ichwan Jufri menyampaikan, tujuan pelatihan lebih kepada pembelajaran, sehingga para peserta diharapkan mampu menjadi dokter bagi dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat umum .

Dalam materinya, Anna mengatakan, warna merupakan salah satu elemen dalam terapi tersebut. Juga bisa diterapkan dengan menggunakan magnet dan bijian-bijian dengan memanfaatkan jalur energi yang ada dalam tubuh. Jalur energi atau meridian itu biasa digunakan dalam praktek akupuntur.

"Warna memiliki gelombang tertentu yang diterima tubuh melalui jalur energi. Dengan memberi warna tertentu, maka tubuh akan menerima energi yang digunakan sebagai bentuk terapi di bagian yang sakit. Dalam terapi Sujok, digunakan warna merah, hijau, dan biru, yang punya fungsi berbeda," terang Anna.

Sebagian besar peserta sangat antusias mengikuti jalannya pelatihan. Bahkan, sudah ada yang mengaku telah merasakan langsung manfaatnya.

"Alhamdulillah. Masya Allah, Sujok luar biasa. Sebelum saya ikuti kegiatan ini, keluhan saya adalah asam lambung dan maag akut. Makan, salah. Tidak makan, salah. Perut dan tenggorokan selalu terasa tidak nyaman. Setelah diterapi Sujok dengan diberi warna di tangan dan dengan biji jagung, alhamdulillah, makan jadi lahap, dan perut, tenggorokan serta lambung jadi nyaman," ujar Yani, salah seorang peserta.

Irfan

Forum Antang-Bitoa Bersatu Desak Polisi Tangkap Pelaku Pembusuran dan Pelemparan Warga

Abdullah Mahir bersama peserta aksi Jumat sore kemarin
Makassar, Pilarindonesia.com - Gabungan warga dalam Forum Antang-Bitoa menggelar aksi damai di perempatan perumahan Bukit Baruga-Pannara, Jalan Antang Raya, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Jumat (6/12/2019), sore kemarin.

Mereka meminta kepolisian lebih profesional dan terbuka dalam mengusut kasus pelemparan dan pembusuran warga saat terjadi bentrok perebutan lahan di Lapangan Bitoa, Antang, pada Jumat pekan lalu.

"Kami menuntut dan meminta dengan sangat kepada kepolisian agar segera mengejar dan menangkap pelaku, karena sampai sekarang tidak ada kejelasan dengan kasus ini," kata Abdullah Mahir, pengacara yang mendampingi para korban.

Selain itu, Daeng Jay, salah seorang korban pelemparan batu, menyampaikan pihaknya juga meminta kepada Pemerintah Kota Makassar, dalam hal ini Pejabat Wali Kota Makassar, Muhammad Iqbal Samad Suhaeb, untuk menepati janjinya menanggung biaya pengobatan para korban di rumah sakit.

"Karena sampai sekarang janji itu belum direalisasikan, sehingga beberapa korban terpaksa meminjam uang menutupi tagihan rumah sakit," terang Daeng Jay.

Terkait kejelasan penanganan kasus dan dan janji biaya perawatan para korban, baik Kapolsek Manggala Kompol Hasniati, atau pun Pejabat Wali Kota Makassar Muhammad Iqbal Samad Suhaeb, belum memberikan tanggapan.

Pilarindonesia.com yang telah berusaha mengkonfirmasi lewat pesan aplikasi percakapan WhatsApp, tidak ditanggapi. 

Irfan

Kandidat Pertama Jalani Fit and Proper Test, Ustadz Ije Berharap Kantongi Rekomendasi PKS di Pilwalkot Makassar 2020

Ustadz Ije menjalani fit and proper test di PKS Makassar
Makassar, Pilarindonesia.com - Bakal Calon Wali Kota Makassar, H. Muhammad Iqbal Djalil, Lc., menjalani fit and proper test di kantor PKS Makassar, Jalan Abdullah Dg Sirua, Kota Makassar, Jumat (6/12), siang kemarin.

Sebagai kader PKS, Ustadz Ije, sapaan mantan legislator Makassar dua periode itu, mendapat kesempatan pertama menyampaikan visi-misi yang disertai dengan sesi interview dari tim panelis dan jajaran pengurus PKS.

"Alhamdulillah, kegiatan tadi berjalan dengan lancar. Yang pastinya, saya akan mengikuti semua tahapan penjaringan di PKS, dan sangat berharap nama saya keluar sebagai pemegang rekomendasi di Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar tahun depan," ujarnya.

Menurut Ustadz Ije, pertanyaan tim panelis lebih kepada komitmen dirinya jika terpilih menjadi Wali Kota Makassar tentang arah pembangunan Kota Makassar yang sejalan dengan program-program PKS.

Ketua Yayasan Buq'atun Mubarakah Pondok Pesantren Darul Aman Gombara Makassar tersebut menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan visi dan misi pengabdian kepada warga Kota Makassar, seperti yang telah dilakukan selama 10 terakhir di DPRD Kota Makassar.

"Saya ini adalah kader PKS, dan kita telah membuktikan pengabdian nyata kepada masyarakat saat menjabat sebagai anggota Dewan. Sekali lagi, harapan terbesar saya adalah kembali berjuang bersama PKS di Pilwalkot Makassar, dan insya Allah, tampil sebagai pemenang," tutur Ustadz Ije.

Selain PKS, Ustadz Ije juga sebelumnya telah mendaftar sebagai bakal calon Wali Kota Makassar di PAN dan Partai Gerindra. Juga berencana mendaftar di Partai Demokrat.

Sejumlah kandidat lainnya yang menjalani fit and proper test di PKS Makassar, Jumat kemarin, yakni mantan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI., dan mantan Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo.

Irfan

Unismuh Makassar-ITB Ahmad Dahlan Jakarta Kerjasama Bidang Socio-Technopreneurship

Berpose usai penandatangan MoU di Unismuh Makassar 
Makassar, Pilarindonesia.com - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Jakarta bersama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (FEB Unismuh) Makassar, menggagas pelaksanaan kerjasama untuk coaching dan mentoring bisnis.

Diawali dengan penandatanganan nota perjanjian kerjasama (MoU) antara kedua institusi yang digelar di ruang rapat pimpinan FEB Unismuh Makassar, Rabu (4/12/2019).

Menghadirkan langsung Rektor ITB Ahmad Dahlan Jakarta, DR. Mukhaer Pakkanna, dan Dekan FEB Unismuh Makassar, Ismail Rasulong, SE, MM.

Bentuk kegiatan yang dikerjasamakan meliputi pelatihan startup bisnis, pendampingan mahasiswa, dan joint expo technopreneurship.

Rektor ITB Ahmad Dahlan, Dr. Mukhaer Pakkanna, yang juga selaku ketua Asosiasi FEB Perguruan Tinggi Muhammadiyah, mengatakan pengembangan socio-technopreneur akan mampu menjadikan mahasiswa, bahkan kaum muda, di masyarakat memiliki jiwa mandiri, jiwa entrepreneur yang berbasis pemanfaatan teknologi digital.

Namun, menurutnya, jiwa itu harus disifati dengan semangat sosial, yaitu spirit kerjasama, kolaborasi, berjamaah, dan memiliki jiwa advokasi dan pemberdayaan.

Untuk itulah, Mukhaer mengakui, ITB Ahmad Dahlan Jakarta siap menjalin kerjasama dalam memberikan bekal kepada mahasiswa dan kaum muda, termasuk para alumni perguruan tinggi dalam rangka melahirkan lebih banyak generasi entrepreneur.

Adapun Dekan FEB Unismuh Makassar, Ismail Rasulong, mengungkapkan kerjasama yang dilaksanakan tersebut, karena memang kedua institusi memiliki visi yang sama guna mengembangkan kewirausahaan.

Tak hanya di kalangan mahasiswa, ia juga menyampaikan, kerjasama juga akan menjangkau lebih jauh melalui kerjasama dengan pemerintah daerah pada bidang pengabdian masyarakat, khususnya pengembangan bisnis UMKM berbasis teknologi.

"Sinergi yang dilakukan ini diharapkan dapat saling menguatkan. Apalagi ITB Ahmad Dahlan memang spesifikasinya ke pengembangan socio-technopreneurship," pungkasnya.

Laporan: Fajar

Persiapan Hadapi Dunia Kerja, Mahasiswa Unismuh Makassar Ikuti Sertifikasi Kompetensi Manajemen Retail

Makassar, Pilarindonesia.com - Tim Skill Development Centre (SDC) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (FEB Unismuh) Makassar mengadakan sertifikasi kompetensi manajemen retail untuk mahasiswa tingkat akhir, yang bertempat di Aula FEB, Rabu (4/12/2019.

Kegiatan sertifikasi tahap pertama itu diikuti sebanyak 70 mahasiswa dari empat jurusan di FEB Unismuh Makassar.

Dekan FEB Unismuh Makassar, Ismail Rasulong, dalam sambutan pembukaannya, mengatakan memasuki dunia kerja, para alumni harus memiliki keahlian khusus, dan itu mesti dibuktikan dengan sertifikat kompetensi pada bidang keahlian tertentu.

"Dewasa ini, berbekal ijazah saja tidak cukup untuk melamar pekerjaan, dibutuhkan keahlian tambahan yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi resmi, dan hal ini menjadi sertifikat pendamping ijazah," katanya.

Acara tersebut diinisiasi tim asesor dari SDC Sulawesi Selatan. Berlangsung sehari penuh, yang dimulai dengan pemberian materi ujian tertulis oleh tim LSP Retail Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan ujian tertulis dan ujian praktik.

"Kami berharap terus bisa dilanjutkan dengan skema kompetensi yang lainnya sesuai bidang keahlian yang diminati mahasiswa dan alumni," pungkas Ismail Rasulong.

Dia juga sangat mengharapkan, mahasiswa FEB Unismuh Makassar yang sebentar lagi akan menyelesaikan studinya, bisa lebih percaya diri dan diterima dalam bidang retail, sebab sertifikasi ini akan menjadi modal tambahan guna meyakinkan pihak industri.

Laporan: Fajar