Pilar Indonesia
» » Eks Pengikut Keyakinan Aluk Todolo di Perkampungan Muallaf di Pinrang

Eks Pengikut Keyakinan Aluk Todolo di Perkampungan Muallaf di Pinrang

Diposting oleh Pada Selasa, Februari 19, 2019 | No comments

Perkampungan Muallaf Darussalam
Pinrang, Pilarindonesia.com - Kelompok aktivis Islam yang tergabung di Forum Arimatea Sulawesi Selatan, Yayasan Amal Kebangsaan Indonesia (YAKIN), dan Sahabat Muslim, serta Relawan Jurnalis Kemanusiaan, mengunjungi Kampung Muallaf Darussalam, yang terletak di Kelurahan Betteng, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, pada Sabtu-Ahad (16-17/2/2019).

Perjalanan dari Kota Pinrang ke kawasan dataran tinggi itu membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam dengan melewati tanjakan berbatu, terjal, yang di sekelilingnya terdapat jurang.

Mobil yang dikendarai rombongan sempat menemui beberapa kendala di jalanan karena medan licin dan berbatu. Alhasil, dibantu sesama pengguna jalan yang memiliki tujuan sama ke Kampung Muallaf, kesulitan pun dapat teratasi.

Rombongan tiba setelah melewati beberapa perkampungan. Kendaraan diparkir di luar lalu berjalan kaki sekitar 15 menit masuk ke dalam. Menuruni perbukitan, lantunan adzan Magrib menyambut yang lamat-lamat terdengar dari arah seberang sungai kecil.

Relawan IOF Polman merampungkan bangunan masjid
Kampung Muallaf Darussalam dihuni sekitar 35 kepala keluarga yang dulunya sebagai penganut kepercayaan Aluk Todolo, Suku Toraja. Mereka mulai mendiami lahan seluas hampir 1 hektare tersebut setelah memperoleh izin dari pemilik Yayasan Darussalam.

"Persyaratannya hanya dua; lahannya tidak boleh dijual dan penduduknya tidak boleh musyrik (menyekutukan Allah Ta'ala)," kata Bapak Guntur, seorang warga yang ditokohkan di perkampungan itu.

Bapak Guntur bercerita panjang lebar tentang kisah hijrah dan kondisi kehidupan warga Kampung Muallaf kepada seluruh jamaah di dalam masjid sederhana berdindingkan seng setelah shalat Magrib kala itu.

Sempat terdengar isak tangis haru kala Bapak Guntur mengisahkan awal mula ia bersama istri dan anaknya memeluk agama Islam.

Bapak Guntur menegaskan bahwa yang paling dibutuhkan warga Kampung Muallaf adalah pembinaan keislaman berkelanjutan, sehingga mereka benar-benar bisa mengetahui dan memahami ajaran Islam.


Wakil Dekan Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Syamsuriadi, yang juga datang bersama dengan rombongan dari mahasiswa Pascasarjana Unismuh Program Studi Guru SD, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, meyakinkan kepada Bapak Guntur dan seluruh warga Kampung Muallaf jika kedatangan para gabungan relawan itu atas keterpanggilan nurani sebagai sesama Muslim untuk melihat kondisi yang sebenarnya di Kampung Muallaf.

Perkampungan Muallaf diviralkan oleh relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Adalah Miftahul Jannah, yang merupakan Wakil Ketua Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Cabang Pinrang.

Miftahul Jannah bersama anak-anak kampung muallaf
Pada Desember lalu, bersama dengan teman-temannya, awalnya mereka hanya akan melakukan assestment potensi bencana longsor. Namun, setelah masuk ke dalam, mereka mendapatkan laporan tentang perkampungan itu. Karena penasaran, Mifta pun melakukan kunjungan dan menemui langsung warga.

Setelah itu, salah satu dari rekannya membuatkan narasi, yang setelah diedit dan dikoreksi Mifta, akhirnya menjadi viral di media sosial, hingga membuat pengunjung dari dalam dan luar Sulawesi Selatan berkunjung.

Sekretaris Pengurus Provinsi Indonesia Off-Road Federation (IOF) Polman, Sulawesi Barat, Patra Jaya Kuneng, juga datang bersama dengan empat unit mobil offroad dengan membawa material bangunan masjid.

Untuk sampai di lokasi itu, Patra dan kawan-kawan menyusuri sungai berbatu besar.

"Setelah kami dapat informasi soal perkampungan muallaf ini, sempat kami datang untuk sekadar melihat dan mengecek kebutuhan, baru balik dan kembali lagi membawa material bangunan masjid," tuturnya.

Berpose bersama sebelum meninggalkan kampung muallaf 
Adapun Forum Arimatea, YAKIN, Sahabat Muslim, dan Relawan Aktivis Jurnalis Kemanusiaan, setelah banyak berdialog dengan para relawan ACT dan warga perkampungan muallaf, dalam waktu dekat, rombongan relawan kemanusiaan itu memutuskan akan turut memberikan kontribusi, di antaranya penempatan da'i, rencana bantuan pengadaan sejumlah hunian dan kebutuhan lainnya, serta akan ada agenda da'i kondang ke lokasi itu.

Forum Arimatea Sulsel serahkan bantuan 
Sebelum meninggalkan Perkampungan Muallaf Darussalam, pada Ahad siang (17/2/2019), Ketua Forum Arimatea Sulsel, Jumzar Rachman, menyerahkan sejumlah bantuan yang diterima Miftahul Jannah, dan dilanjutkan dengan foto bersama.

Di tengah perjalanan pulang, rombongan berpapasan dengan sejumlah orang, yang juga merupakan muallaf yang akan datang ke Kampung Muallaf belajar tentang Islam.

Laporan: Irfan/Aktivis Relawan Jurnalis Kemanusiaan










Baca Juga Artikel Terkait Lainnya