Pilar Indonesia
» » LKSP UIN Alauddin Makassar Rilis Pojok Ekonomi Digital

LKSP UIN Alauddin Makassar Rilis Pojok Ekonomi Digital

Diposting oleh Pada Selasa, September 11, 2018 |


Seminar LKSP di UIN Alauddin Makassar.
Makassar, Pilarindonesia.com - Lembaga Kajian Strategi dan Pembangunan Pemerintah (LKSP) UIN Alauddin Makassar mengadakan Seminar Nasional sekaligus launching Pojok Ekonomi Digital di gedung Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Samata, Kabupaten Gowa, Senin (10/9/2018).

Acara itu dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Filsafat dan Ilmu Politik, Profesor Dr H Muhammad Natsir Siola, MA. yang dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, serta praktisi media, dan masyarakat umum.

Direktur Perizinan dan Pengawasan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dr. Hendrikus Passagi, selaku pembicara pertama, menyampaikan tentang apa itu finansial technology atau fintech yang merupakan gabungan antara akses keuangan dan teknologi digital serta korelasinya dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Dia mengatakan, dengan kehadiran fintech akan mampu memberikan perubahan besar mulai dari sektor urbanisasi, perubahan iklim, ekonomi, demografi dan teknologi.

Kendati demikian, kata Hendrikus, yang menjadi masalah bagi pedagang kecil atau pelaku usaha berkebutuhan khusus, biasanya mereka membutuhkan dana dalam waktu yang cepat. 

"Ini hal yang tidak bisa dipenuhi oleh industri perbankan, sedangkan jasa pinjam meminjam seperti Danamas, bisa melakukan itu dalam waktu yang cepat, tentunya sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Kalau ada pinjam meminjam online, terus tanpa persyaratan yang aneh-aneh, harap berhati-hati. Itu bisa jadi pinjam meminjam online ilegal,” ujarnya.

Adapun Direktur Utama Danamas, Dani Lihardja, menuturkan bahwa di Danamas tidak  meminjamkan modal secara cuma-cuma. Akan tetapi dibuatkan perjanjian yang isinya memberikan penekanan kepada peminjam agar dana tersebut benar-benar dipergunakan untuk bekerja.


Seminar tersebut sebagai jawaban akan peluang dan tantangan perkembangan industri keuangan finansial teknologi peer to peer landing di Indonesia. Mengingat di Indonesia sekarang ini, perkembangan dan pengguna teknologi sudah begitu pesat. Ini tentunya mendorong menculnya industri baru yang disebut sebagai finansial technology atau fintech.


Laporan: Andi Yusrandi Yusuf
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya